Jumat, 02 September 2011

Tahun Baru, Pacar Baru

   

     Ada seseorang perempuan yang cantik bernama Purie Andriani (Puri) namun dibelakang kecantikannya, ia mempunyai sifat yang ceroboh.
Lain halnya dengan Wahyu Sudiro (Wahyu), ia adalah pria yang tampan, pintar, berkelas, dan tidak mempunyai kekurangan apapun.
Disuatu pagi, bel rumah Puri tiba-tiba berbunyi. Puri yang saat itu sedang sarapan dengan segera membuka pintu rumahnya. Dan ternyata yang datang adalah seorang perempuan muda tinggi semampai bernama Tata Shinta (Tata)

Puri: “Ya dari siapa ya?”
Tata: “Saya Tata, temannya Wahyu. Ini ada undangan dari Wahyu”
Puri: “Wahyu siapa? Saya gak kenal sama yang namanya Wahyu. Undangan apa?”
Tata: “Ini undangan ulang tahun dari Wahyu Sudiro. Kok kamu gak kenal? Mungkin ini teman kamu waktu kecil. Coba ingat dulu deh”
Puri: “Hmmm.. Wahyu.. Wahyu mana?”
Tata: “Udah, diinget lagi. Ohiya saya pergi dulu ya. Masih banyak undangan yang harus dianter. Jangan lupa dateng ya. Bye”
Puri: “Hmmh.. Iya bye”

     Sebenarnya Puri memang tidak punya teman bernama Wahyu. Tata yang mengantarkan undangan itupun ternyata salah alamat. Namun apa daya, Puri dan Tata sama-sama tidak tahu bahwa Tata salah alamat.
3 hari kemudian Puri pun telah siap untuk datang ke ulang tahun Wahyu. Puri sengaja datang karena penasaran ingin melihat sosok Wahyu yang telah mengundangnya itu. Puri telah siap bersama Dress berwarna biru yang panjangnya seatas lutut, sepatu higheels, dan pernak-pernik lainnya.
Setibanya di pesta itu, Puri melihat banyak orang, namun tak ada satu orangpun yang ia kenal. Untung disana ia bertemu Tata.

Puri: “Ta, yang namanya Wahyu yang mana sih?”
Tata: “Yaampun Puri, kamu belom ingat juga?”
Puri: “Iya nih, gak inget sama sekali”
Tata: “Oke, ayo kita cari”

     Setengah jam Tata dan Puri sudah mengitari tempat pesta itu, karena tempatnya memang luas, jadi mereka berdua belum menemukan Wahyu.
Karena haus, Puri menyempatkan diri untuk mengambil minuman di meja, namun cerobohnya ia, ketika ingin berbalik badan, ia malah menabrak seorang pria tampan dan minuman itupun tumpah ke baju pria itu.

Tata: “Puri, kamu kenapa?”
Puri: “Eh.. Ini.. Eh.. Maaf ya pak..”
Tata: “Eh puri.. Itu.. Itu..”
Puri: “Itu apa?”
Tata: “Itu Wahyu!”
Puri: “Hah?!”
Wahyu: “Lain kali hati-hati dong!”
Puri: “Eh.. Iya.. Eh.. Hmm.. Maaf ya?”
Wahyu: “Lain kali jangan ceroboh” (langsung pergi)
Puri: “Yah Ta, dia marah, gimana dong? Aku takut nih”
Tata: “Udah, jangan cemas, walaupun dia itu sifatnya dingin, tapi setau aku dia ga pernah ngomelin cewek kok”
Puri: “Ooh gitu yaa? Eh tapi dia keren juga ya”
Tata: “Iya emang semua cowok yang ngeliat dia pasti bilang dia keren deh”
Puri: “Ah masa sih?”
Tata: “Iya, serius deh”

     Tata pun berbincang-bincang dengan Puri. Mereka membicarakan tentang Wahyu.
Ketika acara peniupan lilin dimulai, semua tamu yang hadir dengan serius melihat. Puri berdiri didepan bersama Tata. Ketika Wahyu sudah ingin meniup, tiba-tiba “Huaciiim” Puri bersin sehingga lilin yang ingin ditiup mati. Keadaan menjadi hening, dan Puri pun dibawa keluar pesta oleh Satpam.
Puri sampai dirumah dengan lesu. Ia langsung masuk kamar dan tidur.

***

.2 minggu kemudian.
     Puri sudah melupakan kejadian dipesta itu, namun pada suatu malam ia diingatkan lagi karena ia bermimpi kejadian dipesta itu.
Pagi hari, Puri sudah bersiap untuk sekolah. Ia adalah murid kelas 11 di salah satu sekolah Negeri.
Sore hari menjelang malam, Puri baru pulang karena habis mengikuti ulangan susulan. Ketika sedang berjalan, iapun hampir terjatuh karena tersandung sebuah batu. Namun ada seseorang yang menolongnya. Ternyata ia adalah Wahyu!

Wahyu: “Teledor banget sih lo!”
Puri: “Hehehe. Oiya maafin gue ya atas kejadian di pesta waktu itu”
Wahyu: “Iya gue maafin. Nama lo siapa?”
Puri: “Puri, lo Wahyu?”
Wahyu: “Tau darimana? Dari pesta waktu itu ya?”
Puri: “Iya, hehe. Ngapain lo kok ada disekolah gue?”
Wahyu: “Ini itu sekolah gue! Gue alumni disini. Baru kemaren gue lulus”
Puri: “Ooooooh kakak alumni toh hehe”
Wahyu: “Lo sendiri ngapain jam segini baru pulang?
Puri: “Hehe gue ada ulangan susulan kak”
Wahyu: “Jieh manggilnya kakak”
Puri: “Ya lo kan alumni gue, kalo nggak manggil kak, ntar gue di 'judge' lagi haha”
Wahyu: “Ya nggak lah, takut banget sih lo dek hahaha”

     Tak terasa mereka sudah mengobrol lama, dan hari sudah malam.

Wahyu: “Lo gue anter pulang aja ya?”
Puri: “Ga usah, ntar malah ngerepotin. Gue naik taksi aja”
Wahyu: “Jangan sok berani, ayo gue anter!” (menarik tangan Puri)

    Diperjalanan, Puri tertidur di pundak Wahyu. Ia memang teledor, tapi itu juga karena ia ngantuk.

Wahyu: “Hei bangun, udah sampe nih” (menepok-nepok pipi Puri)
Puri: “Eh, iya, maaf ya gue ketiduran. Hehe”
Wahyu: “Iya, gue maklumin, lo kan udah biasa teledor begini”
Puri: “Yee bisa aja lo, udah ya gue ngantuk, dadah” (langsung masuk rumah)
Wahyu: “Yee dasar teledor gak bilang terimakasih”
Puri: “Ohiya makasih!” (dari dalam rumah)

     Sejak kejadian itu, Wahyu dan Puri jadi sering jalan berdua. Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai menjadi setahun.
Hari ini adalah tanggal 31 Desember. Puri sudah bersiap untuk merayakan Tahun Baru di MoNas.
Pukul 23.58...

Wahyu: “Puri, gue sayang lo!”
Puri: “Hah? Apa?”
Wahyu: “Gue sayang banget sama looo!”
Puri: “Ga mungkin!”
Wahyu: “Bener! Gue sayang banget-banget-banget sama lo! Lo mau gak jadi pacar gue?”
Puri: “Mau! Gue mau jadi pacar lo! I love you Wahyu!”

     Tepat pada tanggal 1 Januari pukul 00.00.01 disaat kembang api mulai menari-nari diatas langit mereka pacaran.

Puri: “Tahun baru, pacar baru!”
Wahyu: “Tahun baru, punya bidadari baru yang ceroboh”
Puri: “Hehe apa sih”

     Semenjak malam tahun baru itu, mereka menjalani hidup bahagia dengan semangat baru, pacar baru, dan lembaran baru.

~SELESAI~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar