Kamis, 01 September 2011

Cinta Mati

    

      Dara Rizki Ruhiana (Dara) adalah seorang cewek yang pintar dan cantik. Ia adalah murid kelas 10 di suatu sekolah kristen.
     Ketika Dara sedang pulang sekolah, ia bertemu dengan Rio Aries Kusnanto (Rio) yang merupakan siswa kelas 12 di sekolah islam. Dara tertarik kepada Rio pada pandangan pertama. Dara berniat untuk berkenalan dengan Rio.
     Hari ini Dara ikut perlombaan baca puisi. Lomba tersebut diadakan di salah satu sekolah Negeri.
Ternyata di sekolah tersebut, Dara bertemu dengan Rio, namun Dara melihat Rio sedang berduaan dengan seorang cewek yang bernama Cameria Happy Pramita (Mita). Dara segera menghampiri Rio.

Dara: “Hai, boleh gabung?”
Mita: “Boleh, silahkan”
Dara: “Oke thanks. Nama kalian siapa?”
Rio: “Gue Rio. Ini Mita”
Mita: “Lo sendiri siapa?”
Dara: “Ou.. Gue Dara. Salam kenal ya”

     Lumayan lama mereka berbincang, dan Dara sudah mendapatkan nomer hp Rio. Ia juga sudah tahu bahwa ternyata Mita hanyalah sepupu sekaligus teman kecil Rio.
Malam ini Dara menelepon Rio. Tanpa Dara tau, ternyata Rio juga tertarik pada Dara dan Rio akan menembak Dara.
     
Rio: “Dar, ada yang suka sama lo tuh”
Dara: “Siapa?”
Rio: “Mita!”
Dara: “Ga mungkin lah, dia kan cewek”
Rio: “Hehe bercanda deng. Tapi bener kok ada yang suka sama lo”
Dara: “Siapa?”
Rio: “Gue!”
Dara: “Lo suka sama gue? Jangan bercanda ah”
Rio: “Beneran. Siapa yang bercanda. Lo mau gak?”
Dara: “Mau? Mau apa?”
Rio: “Jadi kekasih hati gue”
Dara: “Tapi kita itu beda keyakinan”
Rio: “Tapi kalo hati kita punya perasaan yang sama gimana?”
Dara: “Oke deh. Kita coba jalanin dulu ya”
Rio: “Iya”

     Semenjak itu, Dara dan Rio berpacaran, namun mereka Backstreet. Dara sering cerita hubungannya bersama Rio dengan Mita.

Mita: “Lo yakin mau ngelanjutin Backstreet ini?”
Dara: “Yakin, makin hari rasa sayang gue ke dia makin mantap”
Mita: “Tapi nanti kalo ketawan nyokapnya Rio gimana?”
Dara: “Hmmm gue juga takut sih, tapi mau gimana lagi”
Mita: “Kalo misalnya ketauan, gue ga ikut campur ya hehe”
Dara: “Iye iye”

***

       .2 tahun kemudian.

     Hubungan Dara dan Rio sudah berjalan 2 tahun. Tapi ibunya Dara sudah mulai curiga.

Ibu Dara: “Neng, kamu ada hubungan apa sama Rio?”
Dara: “Eneng sama dia cuma temenan kok ma”
Ibu Dara: “Bener? Tapi kok tahun-tahun belakangan ini kamu sering jalan sama dia?”
Dara: “Nggak kok mah, itu cuma jalan biasa aja”

     Keesokan harinya, Dara dan Rio kembali bertemu. Tapi kali ini ibunya Dara juga mengikutinya. Ia mulai curiga karena Dara dan Rio saling memanggil dengan kata 'Sayang'. Ibu Dara pun menghampiri mereka berdua.

Ibu Dara: “Neng, kamu pacaran kan sama Rio?”
Dara: “Nggak mah”
Ibu Dara: “Itu kamu manggilnya sayang-sayangan?”
Dara: “Nggak mah, itu cuma iseng”
Ibu Dara: “Jangan bercanda kamu ya! Sekarang pulang!”
Rio: “Tunggu tante, kenapa tante gak ngebolehin Dara pacaran sama aku?”
Ibu Dara: “Kamu jangan pura-pura ga tau deh, kamu sama anak saya kan beda keyakinan” (langsung pergi)
Rio: “Tapi tan...”

     Sejak kejadian itu, Dara dan Rio tidak pernah diizinkan bertemu lagi oleh Ibunya Dara. Sejak itu pula, sifat Dara semakin berubah. Ia jadi pemurung, nilainya pun turun drastis.
Karena kejadian itu, Ibunya Dara khawatir dan membolehkan Dara dan Rio bertemu sebentar.

Ibu Dara: “Rio, saya minta tolong sama kamu ya. Sekalian minta maaf”
Rio: “Iya sama-sama ya tan. Mau minta tolong apa tan?
Ibu Dara: “Tolong malam ini kamu datang kerumah ya”
Rio: “Emang ada apa tan?”
Ibu Dara: “Supaya Dara senang”
Rio: “Iya tan, Rio pasti dateng”

     Sekarang sudah malam, dan Rio sudah siap untuk pergi kerumah Dara.
Ketika dijalan, ternyata hujan dan tidak ada tempat berteduh. Rio terus jalan dengan cepat supaya Dara tidak cemas, namun...

Klakson Mobil: “Tiiiit”
Rio: “Arrghh!!!”

     Rio tertabrak truk yang membawa kiloan semen. Ia langsung dibawa kerumah sakit oleh warga sekitar.
     Dirumah sakit, Dara dan Ibunya datang dengan cemas. Ternyata Rio sudah koma. Dara memaksa masuk, dan sebelum meninggal, Rio berkata...

Rio: “Jaga diri baik-baik ya sayang. Kalo aku udah ga ada, kamu janji ya ga akan nangis”
Dara: “Iya, aku akan jaga diri aku baik-baik. Kamu jangan lupain aku ya yang. Tunggu aku ya, aku pasti nyusul”

     Tiba-tiba Rio mulai tidak sadarkan diri, dan ia meninggal. Dara menangis tak karuan, kadang ia memukul, menampar-nampar Rio, namun apadaya usahanya sia-sia.
     Disuatu malam, Dara sudah tak tahan lagi, dan...

Dara: “Rio, aku akan nyusul kamu sekarang”

Dara menyilet tangannya, dan ia meninggal

~SELESAI~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar