Kamis, 01 September 2011

Ikmal ♥ Mita

     


     Di suatu pagi, Cameria Happy Pramita (Mita) terbangun karena bunyi alarm. Mita sengaja bangun pagi karena hari itu adalah hari pertamanya sekolah di SMA Negeri 1 Tangerang.

Disekolah, ia pun berkenalan dengan Rio Aries Kusnanto (Rio).

Mita: “Nama lo siapa? Kenalin, gue Mita”
Rio: “Gue Rio. Oke salam kenal ya Mit”

     Itulah awal perkenalan Mita dan Rio. Selama bel belum berbunyi, mereka bercengkrama layaknya kawan lama.
Tiba-tiba bel berbunyi, mereka berdua langsung mencari nama mereka masing-masing di papan.

Rio: “Eh, kita sekelas nih Mit!”
Mita: “Hah? Serius lo? Liat dimana?”
Rio: “Ga percaya? Nih!” (sambil menunjuk nama mereka berdua)
Mita: “Oh iya. Hehe”

     Karena mereka sudah tahu dimana kelas mereka, Mita dan Rio langsung bergegas masuk ke barisan kelas mereka.
     Beberapa saat kemudian, upacara pembukaan MOS pun dimulai. Pertama-tama para guru berpidato sebentar, lalu dilanjutkan oleh Rajasa Ikmal Tobing (Ikmal) selaku ketua OSIS.
Pada saat Ikmal berpidato, Mita dan Rio tidak memperhatikan, bahkan mereka bercanda dan kadang tertawa dengan geli.
     20 menit berlalu, Ikmal sudah selesai berpidato. Karena Ikmal daritadi kesal dengan Mita dan Rio, ia dan teman-temannya bersepakat untuk menjegat Mita dan Rio sepulang sekolah.
Satu setengah jam berlalu, upacara yangsudah dirangkai dengan beberapa acarapun selesai. Mita dan Rio kembali ke kelas.



Rio: “Mit, lo duduk sama siapa? Duduk sama gue yuk!”

Mita: “Pasti lah gue duduk sama lo, kan disini cuma lo yang gue kenal.”
Rio: “Sip, eh tapi lo gak malu duduk sama cowok?”
Mita: “Kok lo nanya begitu sih? Gue males duduk sama cewek”
Rio: “Lho.. emang kenapa?”
Mita: “Cewek itu biasanya suka ngegosip. Lagian dari TK gue udah kebiasaan duduk sama cowok”
Rio: “Oh gitu toh”

     Bel pulang telah berbunyi. Karena Mita dan Rio pulang dengan kendaraan umum yang sama dan searah, maka mereka pulang bareng.
Tiba-tiba...

Ikmal: “Heh! Tunggu!” (cegah Ikmal)
Rio: “Kenapa?”
Ikmal: “Nama lo berdua siapa?”
Mita: “Gue Mita, dan ini Rio.” (sambil nunjuk Rio)
Ikmal: “Lo berdua ngobrol kan pas gue pidato tadi?”
Mita: “Oh, ini si ketua OSIS toh.” (dengan gaya cuek)
Ikmal: “Nyolot banget lo!”
Mita: “Kenapa? Gasuka? Masalah kecil aja di gede-gedein” (Mita langsung menarik tangan Rio, dan bergegas pulang)

Rio: “Mit, lo stress? Itu kan kakak kelas, masa lo lawan sih?”
Mita: “Udah, biarin aja, gue itu paling gasuka sama orang belagu kayak gitu.”

     Karena angkot yang ingin mereka naiki sudah datang, maka mereka bergegas pulang.



***


     Keesokan harinya ketika Mita sudah sampai disekolah, ia bingung karena ada suatu kotak yang bertuliskan 'To Mita'. Mita bingung dan ragu-ragu ketika ingin membuka kotak tersebut. Maka ia memutuskan untuk menunggu Rio.
Beberapa saat kemudian Rio datang. Namun, dikelas mereka hanya berdua.

Mita: “Rio, lo aja deh yang buka ini kotak”
Rio: “Jangan, ini kan buat lo, masa gue yang buka”
Mita: “Tapi gue takut kalo ntar isinya macem-macem”
Rio: “Ga mungkin lah, barangkali ini hadiah dari pengagum rahasia lo”
Mita: “Ah gak yakin gue”

     Karena penasaran, Mita pun membukanya, dan...

Mita: “Astaga!” (Mita spontan memeluk Rio)
Rio: “Apaan Mit isinya?”
Mita: “Itu, liat aja, gue takut” (masih memeluk Rio)
Rio: “Oh ini...” (mengambil salah satu cacing dan memberinya pada Mita)
Mita: “Aaaa! Rio jahat!” (teriak histeris dan berlari keluar kelas)
Rio : “Yah dia lari. Padahal tadi enak tuh dipeluk”



     Bel masuk telah berbunyi. Rio keluar kelas membuang kotak yang berisi cacing tersebut ke tong sampah. Ia juga mengajak Mita untuk masuk.


Rio: “Cie marah ya?” (goda Rio)
Mita terdiam dan manyun.
Rio: “Udah jangan ngambek terus, muka lo jadi jelek tau!”
Mita hanya terdiam.

     Bel pulang telah berbunyi. Seharian Mita tidak mau mengobrol dengan Rio karena kejadian tadi pagi. Mita pun juga pulang sendiri, ia tidak mau pulang bersama Rio.

***

            .2 minggu kemudian.




Rio: “Mit, masih marah?”
Mita: “Nggak!”
Rio: “Kok jawabnya terpaksa begitu sih? Jujur waktu kita marahan itu, gue kesepian. Walaupun gue udah kenal temen-temen sekelas”
Mita: “Siapa yang nanya?”
Rio: “Gue kan ngasihtau lo Mit. Karena gue...”
Mita: “Karena apa? Sebenernya lo pengen pindah tempat duduk kan?”
Rio: “Bukan, jangan negative thinking dulu dong”
Mita: “Terus apa?”
Rio: “Gue suka sama lo! Gue sayang sama lo!”
Mita: “Hah? Jangan bercanda deh! Gak lucu tau!”


Rio: “Gue serius Mit!”

Mita: “Oke, kalo lo serius, ntar malem lo dateng ke 'Cafetaria' tau kan?”
Rio: “Iya sip. Pasti gue dateng kok”

     Malam ini Mita sudah menunggu Rio di Cafetaria hampir 1 jam. Ternyata Rio belum juga datang.
Tiba-tiba ada seseorang menepuk pundaknya. Ternyata itu adalah Ikmal, bukan Rio. Melihat Ikmal, Mita langsung terlihat jutek.

Ikmal: “Nunggu siapa Mit?” (Ikmal duduk disamping Mita)
Mita: “Bukan urusan lo!”
Ikmal: “Wih wih wih jutek amat sih”

     Lalu tiba-tiba ada seseorang cewek bernama Dara Rizki Ruhiana (Dara) yang merupakan mantan Ikmal memanggil dan menghampiri Ikmal.

Dara: “Ikmal! Apa kabar?”
Ikmal: “Baik. Ngapain lo kesini?”
Dara: “Jahat banget sih. Kan niat gue kesini itu baik. Lo masih marah sama kejadian yang dulu?”
Ikmal: “Ga usah ungkit-ungkit masa lalu deh! Gue males”
Dara: “Gitu banget sih lo! Oiya ini siapa?” (menunjuk Mita)
Ikmal: “Kenalin ini cewek baru gue namanya Mita” (merangkul Mita)
Mita memandang kearah Ikmal dan berbisik “apaan sih lo?”


     Lalu karena Dara cemburu, ia langsung pergi meninggalkan Ikmal dan Mita.


Mita: “Awas!” (melepas tangan Ikmal dari pundaknya)

Ikmal: “Hehe maaf ya Mit. Itu mantan gue. Dia itu nyebelin banget”

     Tanpa sadar, Mita dan Ikmal mengobrol dengan akrabnya. Dan kejenuhan Mita karena menunggu Rio pun hilang.

Ikmal: “Udah ya Mit, gue pulang dulu. Dadah” (mengelus kepala Mita)
Mita pun sangat senang.

     Sesampainya dirumah, ia langsung masuk kekamarnya dan membayangkan kejadian di Cafetaria tersebut dengan penuh senyum.


     Keesokan harinya, ketika Mita sengaja datang lebih pagi karena piket, tiba-tiba ada yang menarik tangannya.


Mita: “Aah! Siapa sih!”
Rio: “Gue Rio, gue minta maaf karena tadi malem gue ga dateng. Soalnya tadi malem nyokap gue dirawat di rumah sakit Mit”
Mita: “Tapi minimal ngabarin gue bisa kan?”
Rio: “Tadi malem hape gue ketinggalan dirumah”
Mita: “Oh, oke bilang sama nyokap lo semoga cepet sembuh ya!” (Mita langsung pergi)

     Rio mengejar Mita, namun Mita tetap mengabaikannya. Tiba-tiba didepan Mita ada Ikmal, dan mereka mengobrol.

Ikmal: “Mit, ada apa?”
Mita: “Nggak. Hehe. Tumben lo udah dateng?”
Ikmal: “Gue dateng karena gue pengen ketemu peri gue”
Mita: “Jie siapa tuh? Pacar lo ya?”
Ikmal: “Bukan! Asal lo tau aja, peri gue itu adalah lo Mit”
Mita: “Aah bercanda aja lo”
Ikmal: “Yee siapa yang bercanda, orang gue serius kok”
Mita: “Boong! Kan waktu pertama MOS itu lo benci banget sama gue”
Ikmal: “Kan gue bercanda tau”
Mita: “Boong ah! Lo kan ga suka banget sama gue”
Ikmal: “Malah gue seneng banget sama cewek kayak lo. Lo itu berkarakter”
Mita: “Ga percaya!” (langsung pergi)


     Ikmal pun bingung mengapa Mita pergi. Ia berencana untuk menyatakan rasa sayangnya pada mita.

Keesokan harinya Ikmal dan Mita ketemuan di Cafetaria.

Ikmal: “Mit, gue tertarik sama lo”
Mita: “Maksudnya?”
Ikmal: “Gue pengen lo jadi pacar gue!” (memegang tangan Mita)
Mita: “Ya sebenernya sih...”
Ikmal: “Kenapa? Lo ga mau?”
Mita: “Sebenernya gue juga suka sama lo sih”
Ikmal: “Jadi lo mau Mit?”
Mita: “Mau Sayang! Hehe”

     Semenjak itu Mita dan Ikmal berpacaran. Tidak pernah ada masalah diantara hubungan mereka. Mita dan Rio pun sudah berteman kembali.

~SELESAI~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar