Sabtu, 17 September 2011

Mak Comblang

    

Dara Rizki Ruhiana (Dara) adalah seorang perempuan cantik, pintar, ramah, dan sopan. Dara mempunyai pacar bernama Rio Aries Kusnanto (Rio).
      Suatu pagi, ketika Dara sedang menunggu taksi untuk sekolah, ia bertemu dengan sesosok orang yang membuatnya terpana.
“Aiiih cakep banget tuh cowok. Dia tinggal dimana ya?! Kira-kira namanya siapa?” batin Dara.


***


      Keesokan harinya, Dara kembali bertemu cowok kemarin di Cafe. Namun, kali ini cowok tersebut sedang duduk bersama cewek. Dara pun bergabung dengan mereka.


Dara:“Boleh gabung?”
Icez:“Boleh. Gue Princez Amanda. Panggil aja Icez”
Dara:“Oke aku Dara. Kamu siapa?” (menunjuk ke cowok yang dia sukai)
Mita:“Aku Mita. Salam kenal ya”
Dara:“Cewek ya?”
Mita:“Iya, nama lengkap aku aja Cameria Happy Pramita”
Icez:“Pasti lo kira dia cowok ya Dar?”
Dara:“Iya” (shock mendengar Mita seorang cewek).


      Darapun meminta nomor hp Mita dan Icez. Sehabis itu, dia langsung pulang karena sudah mau magrib.
      Dirumah, Dara terus kepikiran oleh Mita. Ia tidak menyangka bahwa cowok yang ia sukai sesungguhnya adalah seorang cewek tulen.
      Keesokan harinya, Dara ketemuan dengan Mita dan Icez lagi.


Dara:“Mit, beneran kamu cewek?”
Mita:“Beneran lah neng. Ga percaya? Ayo kita buktiin dikamar mandi”
Icez:“Otak lu sarap” (menoyor kepala Mita)
Mita:“Yee! Sarap kenapa?”
Dara:“Iyadeh aku percaya Mita itu cewek tulen”
Mita:“Nah gitu dong”


      Setelah saat itu, Dara, Mita, dan Icez pun sering bertemu untuk sekedar ngobrol dan bertukar informasi.


***


      Pagi ini, Dara akan kerumah Rio. Dia berniat akan bercerita tentang Mita.


Dara:“Iyoo ku sayang”
Rio:“Apa sayangku?”
Dara:“Aku mau cerita”
Rio:“Cerita apa?”


      Darapun menceritakan semua tentang Mita pada Rio. Dara berkeinginan supaya Mita menjadi salah satu keluarganya. Rio pun memberi usul supaya Mita dijodohkan dengan Rajasa Ikmal Tobing (Ikmal) kakak Dara.


Rio:“Gimana kalo si Mita itu kita jodohin aja sama abang kamu!?”
Dara:“Bang Ikmal? Hmm… boleh juga”
Rio:“Tapi gimana caranya ya?”
Dara:“Ntar malem deh aku pikirin. Kamu juga bantuin mikir ya”
Rio:“Oke sayangku!”


      Sebelum tidur, Dara sibuk memikirkan cara untuk menyatukan Mita dan Ikmal.
      Ditempat lain, Rio yang sudah mendapat ide langsung sms Dara.


“Aq udah tau gmn carany” kata Rio.
“Gmn carany sayang?” balas Dara penasaran.
“Kita ngajak Mita k cafe, trus kita jg ngajak Ikmal k cafe. Otomatis mereka ktemu kan?” usul Rio.
“Iya2, trus nnti pas mreka lg ngobrol, kita tinggalin mereka ber 2 an deh” tambah Dara.
“Nah, itu km pinter. Aq jd makin sayang deh” balas Rio.
“Aq jg makin syg sm kamu” balas Dara.


***


      Keesokan harinya, Mita, Dara, Rio, dan Ikmal pun sudah berkumpul di cafe.


Dara:“Bang, kenalin ini temen aku namanya Mita.”
Ikmal:“Hai Mita”
Mita:“Iya hai juga”
Dara:“Mita, kenalin ini abang aku namanya Ikmal.”


      Dari perkenalan itu, Mita dan Ikmal langsung akrab. Mereka mengobrol, namun tiba-tiba Dara dan Rio meninggalkan mereka berdua tanpa alasan.


Mita:“Kayaknya mereka sengaja ninggalin kita deh”
Ikmal:“Iya. Tuh bocah ngerjain aja”


      Semakin lama, muncul niatan jail Ikmal.
“Gue pengen liat dia kalo nangis gimana. Gua harus ngerjain dia sampe dia nangis” batin Ikmal.


***


      Ikmalpun akhirnya tau kelemahan Mita dimana. Ia tau dari sahabatnya Mita sendiri yaitu Icez.
      Mula-mulanya Ikmal mengajak Mita kesebuah tempat yang sepi. Lalu ia memberi sebuah kotak untuk Mita yang ternyata isinya adalah tikus-tikus putih. Mita menjerit saat melihat tikus itu. Ia pergi dari Ikmal karena marah.
“Mana airmatanya. Katanya dia takut tikus putih, tapi dia cuma teriak doang. Ah rencana pertama gagal nih” batin Ikmal.


***


      Dirumah, Mita langsung menelpon Icez dan menyuruh Icez datang kerumahnya.


Mita:“Cez, masa tadi si Ikmal ngerjain gue”
Icez:“Ngerjain gimana maksudnya?”
Mita:“Dia nakutin gue pake tikus putih”
Icez diam (karena ia kaget. Ia sudah tau kenapa waktu itu Ikmal menanya apa kelemahan Mita)
Mita:“Cez kok bengong? Mikirin siapa hayo?”
Icez:“Eh.. Oh.. Nggak kok, haha. Eh Mit. Gue laper. Makan bakso yok”
Mita:“Ayo. Gua juga lagi laper”


      Mereka berduapun makan bakso ditempat langganan mereka. Ketika Mita baru ingin menyantap bakso pertamanya, tiba-tiba… “Dooor!” ada suara dari belakang yang mengagetkan Mita dan membuat mangkok bakso Mita jatuh dan pecah.


Mita:“Aaah! Rese nih, baru aja pengen makan, malah dikagetin”
Ikmal:“Maaf ya Mita sayang!”
Mita:“Sayang-sayang! Nenek lu peyang”
Ikmal:“Jangan gitu dong. Mau diganti gak?”
Mita:“Gausah, gua udah gak mood makan. Gantiin piring abangnya aja noh” (Mita langsung pergi)
Icez:“Mita, tungguin gue dong! Ah ini gara-gara lo Mal, Mita jadi ngambek”
Ikmal:“Maaf Cez. Oiya sampein maaf gue ke dia ya”
Icez:“Sampein aja sendiri” (langsung pergi menyusul Mita)


      Dirumahnya, Mita menggerutu kesal…


Icez:“Mit, katanya Ikmal minta maaf”
Mita:“Gak gentle banget. Harusnya minta maaf sendiri dong. Nggak, nggak gua maafin”


***


2 minggu kemudian…


Mama Mita:“Mit, ada Ikmal tuh diruang tamu”


“Loh ngapain dia kesini. Tau alamat gue darimana. Wah pasti tau dari Icez” batin Mita.


Mama Mita:“Loh kok malah bengong, sana temenin dia. Mama mau arisan dulu”
Mita:“Hmm iya Mah, Mita kesana” (keruang tamu)
Ikmal:“Mita, maafin gue ya?”
Mita:“Iye iye”
Ikmal:“Gak marah kan?”
Mita:“Nggak, asal lo jangan ganggu hidup gue lagi”
Ikmal:“Maksudnya apa Mit? Kok gitu?”
Mita:“Ya lo jangan muncul lagi didepan gue” (Mita menangis)
Ikmal:“Kok lo nangis? Ada apa sih sebenernya?” (mengelap air mata Mita)
Mita:“Gaada apa-apa kok”


“Kok Mita nangis sih. Emang sih gue pengen liat dia nangis, tapi pas dia nangis, hati gue gak kuat ngeliatnya” batin Ikmal.
      Tiba-tiba Dara, Rio, dan Icez pun datang…

Icez:“Kok Mita nangis? Lo apain dia Mal?”
Ikmal:“E.. Anu.. Hmm.. Gue juga bingung”
Rio:“Jangan-jangan lo perkosa ya?”
Icez:(menoyor kepala Rio) “Jangan konyol deh”

      Lalu Mita kekamar, disusul dengan Dara.

Dara:“Mita,kamu kenapa? Cerita dong. Bang Ikmal ngapain kamu?”
Mita:“Ikmal gak ngapa-ngapain aku, tapi aku ragu”
Dara:“Ragu kenapa?”
Mita:“Setiap aku ngeliat Ikmal, aku makin sayang sama dia. Aku takut dianya gak sayang sama aku. Aku takut ini cuma nyakitin aku aja, jadi aku nyuruh pergi dari hidup aku”
Rio, Ikmal, Icez:“Oh jadi gitu”
Dara:“Hei! Kalian nguping aja!”
Icez:“Maaf deh maaf”
Rio:“Lagian kita kan penasaran”
Dara:“Mita. Aku pengen kamu jadi istrinya bang Ikmal”
Mita:“Loh kok gitu? Ikmal kan gak sayang sama aku”
Ikmal:“Mita sotoy!”
Mita:“Bener kan tapi?”
Ikmal:“Nggak, gue mau jadi suami lo. Ayo besok nikah”
Mita:“Ye enak aja besok langsung nikah. Bukannya lo suka jailin gue ya?”
Ikmal:“Itu karna gue penasaran pengen liat lo nangis. Hehe”
Mita:“Jahat!”
Ikmal:“Jahat-jahat tapi sayang kan? Hehe”

      Mitapun memeluk Ikmal pertanda ia setuju dengan ajakannya. Darapun senang karena Mita sekarang telah jadi kakak iparnya.

~SELESAI~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar