Sabtu, 17 September 2011

Perubahan

     
     Rajasa Ikmal Tobing (Ikmal) sudah 3 tahun terakhir tinggal di Washington DC ikut bersama keluarganya. Sebenarnya ia tinggal di salah satu komplek. Ia menitipkan rumahnya pada Cameria Happy Pramita (Mita) tetangga dekatnya.
      Hari ini Ikmal dan ibunya pulang ke Indonesia lagi. Ayahnya tidak ikut. Mita pun ikut menjemput ke bandara.

Mita: “Maleh!”
Ikmal: “Mimit! Gila, berubah banget lu sekarang” (mengacak-ngacak rambut Mita)
Mita: “Berubah? Apanya?”
Ikmal: “Dulu kan lo marah-marah mulu, sekarang muka lu jadi manis gini”
Mita: “Apaan sih lo Maleh, dateng-dateng langsung godain gue”
Ikmal: “Beneran Mimit, gue serius”

***

      Sesampainya dirumah, Ikmal langsung membereskan barang-barangnya. Ia jadi kepikiran dengan Mita yang berubah drastis.
“Mimit yang sekarang beda banget sama yang dulu. Dulu dia kayak orang liar, gak keurus. Sekarang dia bersih banget. Putih. Gue baru sadar ternyata dia manis, cantik pula” batin Ikmal.
      Tiba-tiba…

Mita: “Maleh! Maleh!”
Ikmal: (keluar kamar) “Apa Mimit? Kangen ya? Hehe”
Mita: “Ehm… banyak duit nih! Bakso boleh Mal”
Ikmal: “Iyadeh, ayo”
Mita: “Tengkyu Maleh cakep!”
Ikmal: “Itumah dari dulu”

***

      Saat makan bakso, Ikmal terus-terusan memandangi muka Mita dengan kagum.

Mita: “Ngapain sih Maleh ngeliatin muka gue terus”
Ikmal: “Emang gaboleh?”
Mita: “Bukannya gaboleh, tapi gue jadi gak konsen makan baksonya”
Ikmal: “Emang lu pikir lagi ulangan Matematika?”
Mita: “Terserah. Eh Mal, disono ada apaan aja?”
Ikmal: “Disono mana?”
Mita: “Washington DC”
Ikmal: “Ga ada apa-apa”
Mita: (menoyor kepala Ikmal) “Serius!”
Ikmal: “Ada orang bule”
Mita: “Itumah gue juga tau Maleh! Yan lain”
Ikmal: “Emang ga ada apa-apa Mimit!”
Mita: “Ada pengalaman kan pasti?”
Ikmal: (menggaruk-garuk kepala) “Hmm… gaada”
Mita: “Berarti hidup lo suram ye disono?”
Ikmal mengangguk.

      Ketika mereka sudah selesai makan bakso, mereka langsung kerumah Ikmal untuk bermain PS.

Ikmal: “Mimit! Curang nih, maennya pake kode. Jelas aja lu menang terus”
Mita: “Ye akhirnya gua menang juga”
Ikmal: “Tapi Mimit curang!” (mengacak-acak rambut Mita)
Mita: “Biarin wee!”
Ikmal: “Manis juga lu Mit kalo begitu”
Mita: “Dari dulu kali Maleh gue manis”
Ikmal: “Mimit, sini deh”
Mita: “Apa?” (menengok kearah Ikmal)

      Ikmal mendekatkan kepalanya ke kepala Mita… Semakin dekat, namun…

Mita: (menjauhkan mukanya dari Ikmal) “Sorry Mal, gue gamau”
Ikmal: “Kenapa?”
Mita: “Gue gamau first kiss gue ilang”
Ikmal: “Tapi kan gue sahabat lo Mimit”
Mita: “Tapi jangan sekarang dong, gue belom siap tau Maleh”
Ikmal: “Iya maaf ya Mimit sayang” (mencolek pipi Mita)
Mita: “Mulai deh”
Ikmal: “Iya-iya gak godain lagi deh”

      Karena sudah jam 5, Mita pulang kerumahnya. Sesampainya dirumah, ia langsung mandi dan nonton tivi.
“Ah tivi isinya gosip semua. Kawin-cerai lah, apa lah itu gak jelas. Eh… tapi ada yang aneh deh. Kok daritadi gue gak ngeliat hape gue ya... Ah paling dikamar.” batin Mita.
      Padahal kenyataannya handphone Mita tertinggal dirumah Ikmal. Ikmal yang tau handphone Mita ketinggalan pun usil. Ia melihat foto-foto Mita, dan sms.

***

      Keesokan harinya saat Ikmal kerumah Mita ingin mengembalikan handphone Mita, ternyata Mita masih tidur.

Ikmal: “Mimit, bangun Mit”
Mita: “Apaan sih!? Ngantuk tau!”
Ikmal: “Yaudah kalo gamau ini” (memamerkan handphone Mita)
Mita: “Mau! Sini ah”
Ikmal: (memberikan pada Mita) “Ternyata foto-foto lu manis juga Mit”
Mita: “Foto-foto? Maksudnya?”
Ikmal: “Ini loh foto di hape lo”
Mita: “Ooh lu ngeliat foto-foto gue?! Curang lo!”
Ikmal: “Bodo! Tapi walaupun gitu, senyuman lo manis banget”
Mita: “Bodo! Udah sono keluar! Gue mau mandi! Jangan ngintip”
Ikmal: “Intip ah intip haha”
Mita: (menoyor kepala Ikmal) “Sono keluar!”
Ikmal: “Iya bos!”

***

      Selang beberapa jam, Ikmal kembali kerumah Mita. Ia ingin mengajak Mita kerumah Rio Aries Kusnanto (Rio). Dirumah Rio juga sudah ada Dara Rizki Ruhiana (Dara) yang menunggu.

Ikmal: “Mimit!”
Mita: “Apa? Daritadi nyamper gue terus?! Kangen yaaa?”
Ikmal: “Enak aja, ayo kerumah Rio. Disono juga udah ada Dara”
Mita: “Iya”

      Merekapun bergegas kerumah Rio dengan mengendarai motornya Ikmal.
      Sesampainya di rumah Rio…

Mita: “Hayoo berduaan aja nih. Abis ngapain-ngapain-ngapain?”
Dara: “Ih Mimit apaan sih dateng-dateng langsung nanya begitu”
Rio: “Maklum, dia kan otaknya nggak bener”
Ikmal: “Mimitku masih waras tau!” (membela Mita)
Dara: “Ciee Mimit dibelain”
Rio: “Cie Mimit, jangan-jangan ada apa-apa nih”
Mita: “Apaan sih, orang ga ada apa-apa juga” (mukanya memerah)
Rio: “Mimit mukanya merah! Mimit mukanya merah!”
Dara: “Ehm… Maleh ada hubungan khusus apa dengan Mimit?”
Ikmal: “Kita cuma pacaran. Itu aja”
Mita: (menoyor kepala Ikmal) “Boong! Orang cuma sahabatan doang”
Rio: “Lagian juga kalo pacaran pasti langsung direstuin sama orangtua kalian berdua”
Mita: “Sotoy”
Rio: “Kan kalian tetanggaan, jadi udah tau sifat satu sama lain. Dan pasti direstuin. Gue yakin 1000%”
Ikmal: “Amiiin!”
Mita memandang tajam ke arah Ikmal.
Ikmal: “Piss ya Mimit, damai-damai”
Dara: “Ntar malem nonton yuk?”
Ikmal: “Jangan bilang mau nonton film India lagi sampe lu nangis-nangis”
Dara: “Nggak deh, kita nonton film baru aja”
Rio: “Judulnya apa sayang?”
Mita: “Pocong kesurupan? Kuntilanak disko? Jupe jual jamu? Atau pocong kejebur sumur?”
Ikmal: “Haha aneh-aneh aja lu Mit”
Dara: “Bukaaaan! Judulnya Love Story”
Rio: “Pasti nanti kamu nangis kan sayang?”
Dara: “Enggak”
Mita: “Biasanya juga nangis”
Dara: “Nggak sih”

***

      Saat malam, Mita lupa bahwa ia ingin nonton karena ia tertidur. Jadinya Ikmal dan Mita tidak jadi nonton. Sedangkan Rio dan Dara sudah berangkat dari tadi.
      Ikmalpun kerumah Mita…

Ikmal: “Mimit! Tante, ada Mimitnya gak?”
Mama Mita: “Masuk Mal, masuk. Tuh Mimit daritadi tidur dikamar. Bangunin aja”
Ikmal: “Oke Tante”
Mama Mita: “Eh Mal, mamah kamu ada gak dirumah?”
Ikmal: “Ada, lagi nonton tivi dia”
Mama Mita: “Oke Tante kesana dulu ya”
Ikmal: “Iya”

      Dikamar Mita…

Ikmal: “Mit, Mimit bangun”
Mita: “Ntar”
Ikmal: “Bangun lah Mit, gua Maleh. Maen gitar yuk”
Mita: “Iya iya gue cuci muka dulu. Lu duluan gih ke samping” (disamping rumah Mita ada balai biasa jadi tempat nongkrong mereka berdua)
Ikmal: “Siap Mimit sayaaang”

      Mitapun segera mencuci mukanya, dan mengambil gitar kesayangannya. Lalu ia keluar menyusul Ikmal.
Diluar, mereka bernyanyi-nyanyi dengan gitar. Terkadang mengobrol sebentar.

Ikmal: “Mimit.”
Mita: “Apa?!” (Mita menoleh kearah Ikmal)

Tanpa disadari, Ikmal mencium Mita dengan penuh kelembutan. Tanpa Mita sadari, ia membalas ciuman Ikmal. Mereka berciuman cukup lama.

Mita: “Maleh!?”
Ikmal: “Mit, maafin gue ya”
Mita langsung pergi tanpa menghiraukan Ikmal.

      Malamnya, Ikmal langsung meminta maaf pada Mita melalui sms.

“Mit, gw minta maaf ya” Ikmal memulai.
“Iya dh gue maafin” Mita membalas.
“Iklas ga nih?” Ikmal menggoda
“Iklas Maleh sayang” Mita menjawab.

      Ikmalpun agak kaget karena Mita memanggilnya dengan kata Sayang, karena sebelumnya Mita belum pernah mengatakan Sayang pada Ikmal.

***

      Keesokan harinya Mita dan Ikmal kerumah Rio.

Ikmal: “Yo, gimana tadi malem? Cewek lu nangis gak?”
Rio: “Bukan nangis lagi, tapi tersedu-sedu”
Dara: “Nggak sih”
Rio: “Mimit kok diem aja sih?” (mencolek pipi Mita)
Mita: “Dara, gue mau ngomong” (menarik Dara kebelakang)
Dara: “Mau ngomong apa Mimit?”
Mita: “Tadi malem Maleh nyium gue! Tapi rasanya gue ga bisa nolak. Gue takut hubungan Maleh sama pacarnya retak gara-gara gue”
Dara: “Maksud lo pacarnya Maleh si Alexa Key?”
Mita: “Iya si Alexa”
Dara: “Haha ayo kita keluar”
Mita: “Eh… ngapain?”
Dara: “Maleh, hubungan lo sama Alexa gimana?”
Ikmal: “Udah lama putus kali”
Dara: “Tuh Mit, dengerin”
Rio: “Loh? Putus kenapa?”
Ikmal: “Gara-gara Mimit”
Mita: “Loh loh kenapa gara-gara gue?”
Ikmal: “Karna lo ada di sini terus (menunjuk kepalanya) dan ada disini terus (menunjuk dadanya)”
Rio: “Cie! Mal, tembak Mal!”
Ikmal: “Mit, lo mau gak jadi pacar gue?”
Dara: “Terima! Terima! Terima!”
Mita: “Iya gue mau banget Maleh sayang! Haha”

      Akhirnya mereka semua berbahagia dan makin kompak.

~SELESAI~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar