Jumat, 02 September 2011

Dari Usil jadi Cinta

   

   Rajasa Ikmal Tobing (Ikmal) adalah cowok yang bermasalah disekolah. Ia juga usil kepada teman-temannya apalagi dengan teman sebangkunya Cameria Happy Pramita (Mita).
Suatu pagi disekolah, Ikmal memberi sekotak hadiah pada Mita.

Mita: “Cie apa nih?”
Ikmal: “Buka aja”
Mita: “Ah nggak ah, gue tau ini pasti isinya aneh-aneh”
Ikmal: “Nggak Mit, percaya deh sama gue” (muka memelas)
Mita: “Okedeh”

   Mita membukanya pelan-pelan...

Mita: “Waaaa!” (berlari)
Ikmal: “Hahaha rasain lo Mit. Makan tuh cacing”
Mita: “Jahat lo mal!” (dari kejauhan)
Ikmal: “Bodo!”

      Setelah kejadian itu, Ikmal sangat merasa bersalah. Ia ingin meminta maaf pada Mita, namun ia gengsi. Ia merasa sangat kesepian karena tidak ada yang bisa membuat ia tertawa karena kejailannya lagi.
Keesokan harinya ketika Mita datang, Mita tidak lagi duduk dengan Ikmal, melainkan ia duduk dengan Wahyu Sudiro (Wahyu) yang diam-diam ternyata menyukai Mita.

Ikmal: “Mit, lo serius mau pindah?”
Mita hanya mengangguk.
Ikmal: “Beneran nih?”
Mita mengangguk kembali.
Ikmal: “Ga berubah pikiran?”
Mita menggeleng.
Ikmal: “Bener?”
Mita: “Iya!” (membentak Ikmal karena kesal)

     Sejak kejadian itu, Mita tidak lagi duduk dengan Ikmal. Ikmal pun tau bahwa Wahyu suka dengan Mita.
Sudah 2 bulan Ikmal duduk sendiri. Ia menjadi sangat kesepian.Ia juga semakin lama menjadi semakin cemburu melihat Mita dekat dengan Wahyu. Ia bertekad untuk tidak bersikap usil lagi.
Dirumah, Ikmal menjadi pendiam. Biasanya ia sering menggoda adiknya, tetapi sekarang ia berubah 180 derajat. Ia juga sudah tidak lagi usil disekolah. Karena sikapnya berubah, Mama Ikmal pun penasaran apa yang bisa membuat Ikmal berubah.

Mama Ikmal: “Mal, kamu kok jadi berubah gitu?”
Ikmal: “Berubah apa Mah?”
Mama Ikmal: “Kamu udah gak usil lagi. Gak pernah gangguin adik kamu lagi,siapa yang bikin kamu berubah? Hayo, Pacarnya ya?”
Ikmal: “Apa sih Mah, orang aku berubah karna kemauan sendiri”
Mama Ikmal: “Siapa? Hayo? Siapa? Ngaku aja deh Mal. Pasti pacarnya kan? Ya kan?” (goda mama Ikmal)
Ikmal: “Mita! Temen sebangku Ikmal mah yang bikin Ikmal begini!” (Ikmal keceplosan karena terus digoda mamanya)
Mama Ikmal: “Ooh Mita yang sering smsan sama kamu itu ya?”
Ikmal: “Bukan Mah, bukan!” (Ikmal salah tingkah)
Mama Ikmal: “Cie hahaha ga usah salting gitu deh.”
Ikmal hanya diam dan cemberut.

      Keesokan harinya Mama Ikmal pun menelepon Mita untuk berterimakasih pada Mita karena telah merubah sifat Ikmal.

Mama Ikmal: “Mit, makasih ya kamu udah ngerubah sikapnya Ikmal”
Mita: “Loh, maksudnya apa tan? Mita ga ngerti”
Mama Ikmal: “Loh kata Ikmal kamu yang ngerubah sikapnya dia. Udah 2 bulan terakhir ini sikap dia berubah jadi pendiem”
Mita: “Aku kok nggak ngerasa ngerubah Ikmal ya tan?”
Mama Ikmal: “Loh? Emang apa yang kamu omongin ke Ikmal?”
Mita: “Hehe. Tante, sebenernya udah 2 bulan aku marahan sama Ikmal”
Mama Ikmal: “Emang marahan kenapa?”
Mita: “Jadi 2 bulan lalu itu dia ngasih kotak ke aku, kirain aku itu isinya hadiah dari Ikmal, eh ternyata isinya itu cacing Tan”
Mama Ikmal: “Terus kamu marah sama dia Mit?”
Mita: “Iya hehe. Terus aku pindah tempat duduk dan sejak saat itu kita ga pernah komunikasi lagi. Itu aja kok Tan”
Mama Ikmal: “Kok dia sampe berubah gitu ya? Wah jangan jangan...”
Mita: “Jangan-jangan apa tan?”
Mama Ikmal: “Jangan-jangan dia suka sama kamu!”
Mita: “Wah gak mungkin lah tan, dia kan sering usil sama aku”
Mama Ikmal: “Barangkali dari usil jadi cinta hehe”
Mita: “Ah nggak mungkin lah tan hehe”

     Sejak saat itu Mama Ikmal dan Mita sering bercengkrama lewat telepon tanpa sepengetahuan Ikmal.
Semakin lama Mita semakin menjadi dekat dengan Mama Ikmal dan juga Mita semakin merasakan chemistry dengan Ikmal.
Pada suatu hari, Mama Mita berniat untuk bertemu dengan Mita di salah satu Rumah Makan. Mita pun setuju, namun tanpa sepengetahuan Mita, ternyata Mama Ikmal diantar oleh Ikmal. Ikmal pun juga tidak tau bahwa ia akan mengantar Mamanya bertemu dengan Mita.

Ikmal: “Ma, kita mau kemana sih? Kok daritadi Ikmal ga dikasih tau sih Mah?”
Mama Ikmal: “Udah tenang aja, kamu nanti pasti seneng kok”
Ikmal: “Wah, Ikmal mau dikasih kejutan ya Mah?”
Mama Ikmal: “Iya, kejutannya special banget”
Ikmal: “Hehe oke deh Mah” (Ikmal langsung semangat)

Sesampainya di rumah makan, sudah ada yang menunggu Mama Ikmal. Tak lain tak bukan seseorang itu adalah Mita.

Mama Ikmal: “Udah nunggu lama ya?”
Mita: “Ohh.. Nggak.. Loh..” (kaget karena melihat Ikmal dibelakang Mamanya Ikmal)
Ikmal: “Loh Mah kok ada Mita?”
Mita: “Tante, kok Ikmal juga ikut?”
Mama Ikmal: “Udah sekarang duduk dulu yuk Mal. saya tau kalian berdua saling suka kan? Saling sayang? Saling cinta?”
Ikmal: “Mama apaan sih?”
Mama Ikmal: “Hehe udah kamu langsung tembak aja si Mita”
Mita: “Tante jangan gitu dong”
Mama Ikmal: “Udah kalian gausah malu kali. Mal, kamu langsung tembak tuh si Mita. Mama pergi dulu ya. Dadah” (langsung pergi ke mobil)

     Ketika sang Mama pergi ke dalam mobil, Ikmal hanya menggerutu, namun ia juga seringkali melihat kearah Mita yang sedang minum untuk menutupi kegugupannya.

Ikmal: “Mit, gue minta maaf” (Ikmal berkata dengan hati yang deg-degan)
Mita: “Iya, gue maafin deh”
Ikmal: “Beneran Mit?” (semangat dan cengengesan)
Mita: “Iye iye”
Ikmal: “Yes! Makasih Mitaaa!”
Mita: “Iya! Yaudah ya gue pulang dulu. Dadah”
Ikmal: “Jangan pulang dulu dong. Ntar gue sendirian” (menarik tangan Mita)
Mita: “Emang mau ngapain?”
Ikmal: “Gue mau ngomong”
Mita: “Iya iya, mau ngomong apa?” (Mita kembali duduk)
Ikmal: “Mit... Gue sayang banget sama lo” (memegang tangan Mita)
Mita: “Yee apaan sih lo, ga lucu tau!”
Ikmal: “Beneran Mit, gue sayang banget sama lo”
Mita: “Ga percaya!”
Ikmal: “Gue tau lo juga sayang sama gue kan?”
Mita: “Nggak, yee Ge-eR banget lo”
Ikmal: “Kalo lo ga sayang sama gue, berarti lo berani tatap muka gue, sekarang coba tatap mata gue!”

      Mita pun tidak berani menatap mata Ikmal. Ia hanya tertunduk kebawah saja. Ikmal pun tersenyum dan langsung menegakkan kepala Mita.

Ikmal: “Mit, tatap mata gue Mit”

      Mita menatap mata Ikmal dan Ikmal membalas tatapan Mita. Mereka berpelukan, lalu Mita berbisik “Gue juga sayang lo!”

      Mereka kembali bertatapan lalu muka mereka saling berdekatan dan lebih dekat lagi, namun tiba-tiba...

Mama Ikmal: “Ehm... Ehm... Ini tempat umum lho!”
Ikmal: “Hehehe” (menjauh dari muka Mita sambil cengengesan)
Mita: “Maaf Tante hehe”
Mama Ikmal: “Gapapa kok Mit, tante juga pernah muda kok, pernah ngerasain jatuh cinta juga hehe. Oiya Ikmal ntar anterin Mita pulang pake mobil ya, Mama pulang naik taksi aja. Dadah”

      Sejak saat itu Mita dan Ikmal pun pacaran dengan lancar dan langgeng tanpa ada gangguan apapun.

~SELESAI~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar