Minggu, 04 September 2011

Tidak Sengaja

     

     Saat sore menjelang malam, Rajasa Ikmal Tobing (Ikmal) sedang berjalan di taman dekat rumahnya. Tiba-tiba... “Brukk” ia tertabrak oleh perempuan bernama Cameria Happy Pramita (Mita).


Mita: “Eh, maaf, sakit ya? Gue lagi buru-buru. Maaf ya”
Ikmal: “Eh iya gapapa kok. Lumayan sakit sih hehe”
Mita: “Oke, kalo gitu, gue pergi dulu ya. Sampe ketemu. Bye!”

     Ikmal sangat tertarik pada perempuan itu, namun ia lupa menanyakan siapa namanya. Batin Ikmal pun penuh sesal. Hatinya bertanya-tanya siapa nama perempuan itu.
     Keesokan hari, Ikmal menjalani kegiatan disekolah dengan normal. Ia belajar, dan mengikuti ekskul basket seperti biasa. Karena sekarang ekskul,jadi ia harus pulang lebih larut.
     Dijalan, mobilnya hampir menyerempet seseorang lelaki. Ia bernama Tharas Bistara (Tharas). Sebelumya Tharas hampir marah, namun Ikmal mencegah, dan meminta berdamai. Untunglah Tharas mau. Untuk membujuk Tharas, Ikmal mengantarkan Tharas pulang kerumah.

Tharas: “Nama lo siapa?”
Ikmal: “Ikmal, lo?”
Tharas: “Gue Tharas, salam kenal ya” (sambil berjabat tangan)
Ikmal: “Masih sekolah?”
Tharas: “Nggak, udah kerja. Emangnya gue kelihatan masih anak sekolah ya? Hehe”
Ikmal: “Nggak juga sih hahaha”

     Setelah mereka berbincang cukup lama, sampailah mereka dirumah Tharas.

Ikmal: “Oke, gue pulang dulu yo!”
Tharas: “Sip bro! Thanks ya. Sorry udah ngerepotin”
Ikmal: “Ah nggak ngerepotin kok bro. Oke gue balik ya”
Tharas: “Sip”

     Ikmal pulang dengan mobilnya, namun setelah dilihat, handphone Tharas ketinggalan. Ikmal berniat mengembalikannya, namun karena ia lelah, maka ia akan mengembalikannya besok.
     Tengah malam, hp Tharas berbunyi. Ternyata ada telpon. Ternyata yang menelpon adalah Mita (nama kontaknya). Ikmal bermaksud menjawab, namun ia ragu. Akhirnya ia memberanikan diri untuk mengangkat.

Mita: “Hallo. Assalamualaikum, ini dengan siapa ya?”
Ikmal: “Ini Ikmal. Kamu Mita?”
Mita: “Iya. Maaf, kenapa hp kak Tharas ada di kamu?”
Ikmal: “Bilangin kakak kamu ya, saya Ikmal yang tadi malem hampir nyerempet dia. Sekarang hp nya ada di saya soalnya kemaren ketinggalan dimobil saya”
Mita: “Oh gitu.. Iya nanti aku bilangin”
Ikmal: “Ohiya gue balikin hp nya besok siang aja ya?”
Mita: “Kalo besok siang, kak Tharas gak bisa, soalnya dia kerja”
Ikmal: “Yah, gue bisanya siang. Kalo kamu besok siang bisa?”
Mita: “Bisa. Oke besok siang ketemu dimana? Jam berapa?”
Ikmal: “Di 7eleven Fatmawati bisa? Jam 1”
Mita: “Oke”

***

     Waktu sudah menunjukkan pukul 12.40. Mita telah siap untuk ke lokasi pertemuan. Begitu pula dengan Ikmal.
     Pukul 13.07 Mita tiba, disana Mita duduk menunggu Ikmal. Katanya, Ikmal memakai kaos hitam dan celana seatas lutut.
     Tidak sampai 5 menit menunggu, Ikmal pun datang. Ia mengenakan kaos hitam dan celana seatas lutut. Ikmal langsung menuju ke tempat Mita. Walaupun ia belum melihat mukanya Mita, namun Ikmal sudah tau itu Mita karena hanya ditempat Mita lah ia duduk sendiri.

Ikmal: “Mita ya?”
Mita: “Iy.. Eh lo kan yang waktu itu gue tabrak?”
Ikmal: “Oh iya.. Kok bisa kebetulan gini ya? Wah jangan-jangan...”
Mita: “Jangan-jangan apa?”
Ikmal: “Oh eh nggak, lupain aja. Hehe”
Mita: “Eh gue belom tau nama lo”
Ikmal: “Mau tau? Mau tau? Cium dulu! Hahaha” (Ikmal menggoda)
Mita: “Nggak ah, ga mau tau!”
Ikmal: “Yee marah, nama gue Ikmal Tobing”
Mita: “Oh Ikmal toh hehe, kirain namanya Joko”
Ikmal: “Yee enak aja! Gini-gini gue adeknya Brad Pitt loh!”
Mita: “Amasa? Ga mirip tuh”
Ikmal: “Mirip sih. Oiya nih hp kaka lo” (memberi hpnya Tharas pada Mita)
Mita: “Oke thanks”
Ikmal: “Mit, gue minta nomor lo dong”
Mita: “Buat apa? Buat dijadiin nomer togel?”
Ikmal: “Yee nggak lah, gue mau smsan sama lo, soalnya lo itu anaknya asik”
Mita: “Ha? Beneran? Hehe. Yaudah nih”

     Selesai tujuan kedua Ikmal. Sesampainya dirumah, ia langsung sms Mita, menelpon Mita, mengajak ketemuan, dll.
Kegiatan tersebut ternyata telah menjadi kebiasaan selama 3bulan terakhir ini. Ikmal senang karena ia bisa dekat dengan Mita.
     Kali ini Mita akan bertemu Ikmal didepan kompleknya. Mita tidak tau bahwa ternyata Ikmal kali ini membawa motor, bukan mobil.
     Ikmal mengajak Mita ketaman yang bagus. Disana ada banyak orang. Entah pacaran, nongkrong, refreshing, dll.

Mita: “Ngapain ngajak gue kesini mal? Gak biasa-biasanya”
Ikmal: “Hmm gak kenapa-kenapa sih”
Mita: “Terus kita ngapain?”
Ikmal: “Mit, I Love You so much!”
Mita hanya diam karena bingung.
Ikmal: “Mit, I Love You! Denger gak?”
Mita: “Eh, hmm iya gue denger”
Ikmal: “Gimana? Respon lo mana?”
Mita: “Ikmal, I Love You too forever” (mencium pipi kiri Ikmal)
Ikmal: “Apa Mit?”
Mita: “I Love You too forever Ikmaaal!”
Ikmal: “Ha? Allhamdulillah. Thanks God. Thanks Mit!” (memeluk Mita)

     Mita membalas pelukan Ikmal dengan erat. Merekapun bermesra-mesraan layaknya pasangan baru.

~SELESAI~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar