Sabtu, 22 Oktober 2011

I Love My Brother Part 1

     

     Alexa Key (Alexa) adalah anak orang kaya. Ayahnya adalah pemilik salah satu restoran di Jakarta.
      Suatu malam ketika ayah dan ibunya mengajak makan malam bersama, ada hal yang tidak menyenangkan.

Mama Alexa: “Begini Alexa, ada sesuatu, tapi jangan kaget”
Ayah Alexa: “Kita berdua akan bercerai”
 
      Kedua orangtua Alexa memang memberitahu hal tersebut pada Alexa pelan-pelan supaya Alexa tidak kaget.

Alexa: “A... Apa-apaan sih!? Apa maksudnya?!”

***

      Saat pagi disekolah, Alexa menceritakan kabar orangtuanya kepada Dara Rizki Ruhiana (Dara) teman sebangkunya.

Dara: “Sambil senyum-senyum? Ya ampuun!”
Alexa: “Hebat deh pokoknya! Bahkan mereka udah ngisi surat cerai!”
Dara: “Nggak percaya banget deh! Ortu lo kan rukun-rukun aja, mereka sempet pergi liburan ke Singapura berdua kan?”
Alexa: “Betul.. Ke Singapura............ Justru itu penyebabnya!”
Dara: “Loh kok bisa?”
Alexa: “Mereka bilang, disana mereka ketemu keluarga Kusnanto, katanya mereka saling akrab, dan selama liburan itu mereka jadi saling suka”
Dara: “Maksudnya saling suka gimana?”
Alexa: “Mereka berempat pengen tukeran pasangan, terus nikah lagi”
Dara: “Tu... Tukar pasangan?! Nggak mungkin! Gue nggak percaya”
Alexa: “Mungkin emang ini belom pernah kejadian sebelumnya, tapi ini nyata! Katanya ortu gue lebih mirip kakak beradik”
Dara: “Lo udah cegah?”
Alexa: “Udah, tapi mereka tetep keras kepala”
Dara: “Aneh banget sih”
Alexa: “Emang ortu gue suka aneh, tapi ini udah keterlaluan! Gak bisa dimaafin!”
Dara: “Tapi ortu lo funky, lucu juga. Gue suka mereka!”
Alexa: “Dara..........”
Dara: “Jujur deh, ortu gue kalah loh. Mereka cerai bukan karna ekonomi, tetangga, dan punya selingkuhan. Gawat deh! Gue lebih baik gak usah nikah”
Alexa: “Dara... Makanya lo nolak cowok?” (padahal banyak cowok yang suka)
Dara: “Bukan! Mereka bukan tipe gue. Gue nggak anti cowok kok”
Alexa: “Bener?”
Dara: “Iya bener”
Alexa: “Eh Dar, ntar malem gue ikut gak ya?”
Dara: “Ikut siapa? Kemana”
Alexa: “Jadi ortu gue itu pengen makan malem sama keluarganya Kusnanto itu”
Dara: “Lo harus ikut lah. Lagipula lo itu anak satu-satunya”
Alexa: “Tapi gue males”
Dara: “Males kenapa?”
Alexa: “Gue males aja ketemu mereka”
Dara: “Udah, ketemu aja. Jalanin aja dulu. Ntar lama-lama lo juga bisa nerima keluarga Kusnanto”
Alexa: “Okedeh gue coba dulu”

      Saat malam tiba, Alexa dan keluarganya sudah berada di Restoran tempat mereka janjian. Tidak beberapa lama, keluarga Kusnanto pun datang.

Ny Kusnanto: “Maaf, kami agak telat. Karna dijalan macet”
Mama Alexa: “Oh gapapa kok jeng, jakarta emang macet”
Ayah Alexa: “Kenalkan, ini putri kami Alexa”
Ny Kusnanto: “Oh Alexa. Cantik sekali ya.”
Mama Alexa: “Siapa dulu mamanya. Oiya mana anak kamu?”
Pak Kusnanto: “Sebentar lagi juga datang kok”
Alexa: “Anaknya namanya siapa om?”
Pak Kusnanto: “Namanya Rio. Rio Aries Kusnanto”
Alexa: “Oo.. Pasti anaknya juga gak setuju kalo ortu nya cerai”
Ayah Alexa: “Huss! Jangan ngomong gitu kamu”
Ny Kusnanto: “Nah itu dia si Rio”

“Haa? Itu Rio? Cakep banget dia” batin Alexa.

Mama Alexa: “Kenapa Lexa? Kok kamu bengong?”
Alexa: “Eh nggak kok Mah hehe”
Rio: (tersenyum pada Alexa dan menjulurkan tangan) “Gue Rio”
Alexa: “Gue Lexa”

“Aduuh senyumannya manis banget. Tapi pasti dia juga ga setuju kalo ortunya cerai. Gue bisa menggalang dukungan nih” batin Alexa.

Pak Kusnanto: “Oke kita langsung bicara pada topiknya saja ya. Sampai sekarang siapa yang masih belum setuju dengan semua rencana kami? Terutama Rio dan Alexa”
Alexa: “Aku gak setuju om! Dan pasti Rio juga gak setuju. Ya kan Yo?”
Rio: “Nggak kok, gue setuju aja”
Alexa: “Loh kok lo gampang banget setuju sih?”
Rio: “Ya biarin. Kalo kedua bokap nyokap gue seneng ya gue ikut seneng juga”
Alexa: “Pendek banget sih jalan fikiran lo”
Ayah Alexa: “Sekarang Lexa udah setuju belom?”

      Kedua orangtua Alexa dan keluarga Kusnanto menatap Alexa dengan penuh harapan.
“Jangan tatap gue seolah gue penjahatnya dong” batin Alexa.

Mama Alexa: “Gimana nak?”
Alexa: “Oke aku setuju”

      Semua keluarga pun berbahagia. Mereka berenam pun berencana membeli rumah besar untuk mereka berenam.

***

      6 bulan kemudian...

      Keluarga Alexa dan keluarga Rio sekarang sudah tinggal serumah. Hidup Alexa dipenuhi dengan pertengkaran dengan Rio. Mulai dari masalah kecil sampai masalah besar.

      Hari ini Alexa seperti biasa pergi kesekolah. Mukanya sangat senang. Dijalan ia bertemu Dara.

Alexa: “Good Morning Daraaa!”
Dara: “Eh Lexa. Good Morning too. Gimana pindahannya? Lancar?”
Alexa: “Ya gitudeh! Kehidupan aneh pun dimulai”
Dara: “Tapi muka lo ceria banget tuh?”
Alexa: “Karena gue pergi kesekolah. Disekolah ga ada keluarga baru gue yang aneh. Sekolah emang tempat yang...”

      Sebelum Alexa meneruskan omongannya, tiba-tiba “Bhug....” ada yang memukulnya dengan tas dari belakang.

Alexa: “Sakit! Apaan sih!?”
Dara: “???”
Alexa: “R... Rio! Ngapain disini? Kok pake seragam sekolah gue?”
Rio: “Gue pindah sekolah. Capek! Jauh banget”
Alexa: “Kok gak ngasihtau gue dulu sih?”
Rio: “Kalo gue kasihtau pasti dilarang. Pasti lo gak mau kan ketemu orang aneh disekolah”

“Nih orang denger aja lagi gue ngomong gitu” batin Alexa.
      Karena melihat Alexa dan Rio akrab, Wahyu Sudiro (Wahyu) yaitu sahabat dekat Alexa yang juga menyukai Alexa, ia cemburu.
“Itu siapa sih yang deket-deket sama Alexa?! Sok kenal banget” batin Wahyu.

Rio: “Anterin ke ruang Administrasi dong!”
Alexa: “Kesana aja sendiri! Gue ga mau!”
Rio: (menarik tangan Alexa) “Ayolah”

      Alexa hanya bisa pasrah. Ia pun dengan terpaksa mengantarkan Rio ke ruang Administrasi.
Dilain tempat, Wahyu merasa cemburu. Iapun bertanya pada Dara siapa lelaki yang bersama Alexa. Dara hanya menjawab itu hanyalah sodaranya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar