Sabtu, 22 Oktober 2011

Mencoba Sayang Part 1

   


     Cameria Happy Pramita (Mita) adalah seorang anak piatu. Ibunya sengaja pergi meninggalkannya dan ayahnya karena ayahnya yang sakit-sakitan. Ayahnya memang menderita banyak penyakit seperti Jantung, Paru-paru, dan Diabetes.
      Dilain tempat, ada Rajasa Ikmal Tobing (Ikmal) yang mencintai Mita. Ia ingin sekali menyatakan cintanya pada Mita, tetapi ia belum siap karena Mita terlalu cuek.

***

      Sekarang Ayah Mita sedang dirawat dirumah sakit. Ayahnya tidak sadarkan diri sejak 2 hari lalu. Dirumah sakit ada Mita, Ikmal, dan Ayah Ikmal. Ayah Ikmal memang kerabat Ayah Mita dari kecil.
      Beberapa saat kemudian...

Dokter: “Apa ada yang bernama Mita?”
Mita: “Iya dok, saya sendiri. Ada apa? Bagaimana keadaan Ayah saya?”
Dokter: “Mohon maaf, Ayah anda sedang kritis, namun ia sedikit sadar. Katanya ia ingin berbicara dengan Mita”
Mita: “Baik dok (Mita pun kedalam) Ada apa Ayah?”
Ayah Mita: “Mita, maafkan Ayah, karena selama ini Ayah hanya menyusahkan kamu saja”
Mita: “Nggak yah, Ayah nggak nyusahin Mita. Mita sayang sama Ayah. Jangan tinggalin Mita yah!”
Ayah Mita: “Ayah mau minta satu permintaan terakhir buat kamu”
Mita: “Ayah jangan ngomong gitu yah!” (airmata Mita pun menetes)
Ayah Mita: “Ayah mau kamu menikah sama Ikmal nak”
Mita: “Iya yah, terserah Ayah! Aku akan nurutin. Tapi satu permintaan aku, Ayah harus kuat! Jangan tinggalin Mita sendiri yah!”

      Tiba-tiba...
“Tiiiiiiiiiiiiiiit!” monitor itu berbunyi. Keluar garis hijau lurus dilayarnya. Hal itu membuat Mita histeris.

Mita: “Ayaaaaah! Jangan tinggalin Mita! Mita ga mau hidup sendiri! Mita takut sendirian yah!”
Ikmal: (memeluk Mita dan menenangkannya) “Sabar Mit. Ini emang udah takdir Allah! Lo harus kuat! Mana Mita yang tegar? Mana Mita yang bijak?”
Mita: “Tapi Mal... Gue udah gak punya siapa-siapa lagi!”
Ikmal: “Tenang Mit, ada gue. Gue mau kok ngurusin lo, ngejagain lo”
Mita: “Makasih ya Mal”

***

      Sebulan kemudian...
      Duka itu sudah hampir hilang di benak Mita. Ia sudah mulai ikhlas. Sekarang Mita akan menjalankan permintaan terakhir Almarhum Ayahnya yaitu menikah dengan Ikmal. Walaupun sebenarnya Mita tidak mempunyai sedikitpun perasaan ke Ikmal. Ternyata Almarhum Ayah Mita dan Ayah Ikmal sudah menjanjikan hari H itu.

Mama Ikmal: “Mita sayang, kamu udah siap?”
Mita: “Udah Tan”
Mama Ikmal: “Kalo kamu udah sah sama Ikmal, panggil Tante dengan sebutan Mama ya”
Mita: “Iya Tante”

      Ijab qabul pun dilaksanakan...

Ikmal: “Saya terima nikah dan kawinnya Cameria Happy Pramita binti Muhammad Sulaiman dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!”

      Begitulah kata-kata yang terlontar dari mulut Ikmal. Yap! Sekarang Ikmal dan Mita sudah mukhrim.
      Sekarang adalah acara resepsi. Mita tampil cantik. Ikmal tampil tampan. Serasa sudah sempurna semua. Banyak kerabat yang datang sehingga acara selesai hingga larut malam.

***

      Sekarang pukul 1 malam. Mita sudah selesai melepaskan semua atributnya dan membersihkan make-up nya. Begitu pula dengan Ikmal.
      Sekarang mereka ada dirumah barunya berdua. Hanya berdua saja.

Mita: “Ini rumah kita?”
Ikmal: “Iya, aku sengaja beli rumah ini buat kamu. Kamu gak suka?”
Mita: “Aku suka, tapi ini rumah gede banget! Sedangkan kita cuma berdua”
Ikmal: “Nanti kan ada anak kita”
Mita: “Hmm oke”
Ikmal: “Ayo kita masuk. Tiap pagi dari jam 9 sampe 12 siang dateng orang yang bantuin kamu”
Mita: “Siapa?”
Ikmal: “Namanya Bi Iyem. Dia akan bantu-bantu kamu nyuci, masak, gosok, dll”
Mita: “Oke.. Dimana kamar aku Mal?”
Ikmal: “Bukan kamar kamu, tapi kamar KITA”
Mita: “Iya, dimana kamar kita?”
Ikmal: “Tuh” (menunjuk sebuah kamar)
Mita: “Aku masuk ya”

      Mita pun memasuki kamar tersebut...
“Oh my God! Kamarnya kayak kamar pengantin banget. Ternyata Ikmal udah menyiapkan ini untuk malam pengantinnya.. Aku harus gimana Tuhan? Aku gugup! Sangat gugup!” batin Mita. Seketika bulu kuduknya berdiri. Badannya lemas karena stress. Maklum, baru pertama kali ini Mita akan sekamar dengan laki-laki.

Ikmal: (tiba-tiba datang) “Ada apa Mit? Kamarnya kurang bagus ya? Dekorasinya jelek, atau kamarnya kurang gede?”
Mita: “E... Oo.. Anu.. Nggak kok. Kamarnya bagus banget. Gede banget”
Ikmal: “O kirain gak suka. Yaudah kamu istirahat dulu gih. Aku mau nonton tivi didepan”
Mita: “I.. Iya aku istirahat”

      Mitapun beristirahat ditempat tidur. Ia memejamkan matanya, tapi tidak tidur. Ia memikirkan bagaimana nanti dengan Ikmal. Apakah Mita akan menghancurkan malam pertamanya? Tapi ia akan menuruti apa mau Ikmal. Ia tidak mau mengecewakan Ikmal walaupun sebenarnya di hati Mita tidak ada rasa sayang sedikitpun ke Ikmal. Karena menurut Mita, jika ia mengecewakan Ikmal, maka ia juga membuat Ayahnya sedih.

***

      Malam-malam pukul 1 Ikmal membangunkan Mita.

Ikmal: “Mit, Mit, bangun Mit” (dengan nada lembut)
Mita: “Iya, apa Mal?”
Ikmal: “Itu tuh.. Kamu gak mau malam ini sia-sia kan?”
Mita: “Mmmh oke.. Aku cuci muka dulu ya”

      Mita pun kekamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah ia keluar dari kamar mandi, ia langsung menjalani kewajibannya sebagai istri (udah pada tau kan?).

***

      “Tok! Tok! Tok!” suara ketukan pintu itu terdengar samar-samar di telinga Mita. Ia terbangun, membuka matanya, dan bergegas kekamar mandi. Ia mandi. Selesai mandi, ia baru membuka pintu. Ternyata yang datang adalah mertuanya, alias Mamanya Ikmal.

Mita: (mencium tangan Mertuanya) “Pagi Mah, maaf buka pintunya lama”
Mama Ikmal: “Aduuh Mita sayaang.. Ini sudah siang nak. Udah jam 11”
Mita: (melirik jam) “Oh iya.. Maaf Ma, maaf.. Maksud Mita siang. Maaf juga kalo Mita buka pintunya lama. Ayo masuk”
Mama Ikmal: “Aduuh Mita lucu banget kamu. Mama nggak marah. Maklum, kan penganten baru. Mama juga begitu dulu. Malah Mama lebih parah. Hehehe”
Mita: “Oh iya Mah, Ikmal belom bangun. Aku belom masak, belom ngapa-ngapain”
Mama Ikmal: “Gausah masak dulu, nih Mama bawa makanan banyak”
Mita: “Makasih Mah, aku bangunin Ikmal dulu ya”
Mama Ikmal: “Oke”

      Mita kekamarnya membangunkan Ikmal.

Mita: “Mal, bangun. Ada Mamah didepan”
Ikmal: “Iya baweel aku bangun”
Mita: “Oh iya aku lupa! Itu Bi Iyem belom dateng”
Ikmal: “Tenang, tadi malem aku udah sms dia, aku suruh dia dateng besok. Karena aku tau kamu pasti kesiangan. Hehe”
Mita: “Huh.. Bagus deh”

      Ikmal segera mandi, selesai mandi, ia langsung menemui Mita dan Mamanya diruang tamu.

Ikmal: (mencium tangan Mamanya) “Siang Ma”
Mama Ikmal: “Aduuh ini penganten baru, baru bangun”
Ikmal: “Hehe iya Mah. Maklum”
Mama Ikmal: “Tadi malem gimana Mal? Berapa ronde? Sukses gak?”
Mita: “Iih Mama apaan sih” (mukanya memerah)
Ikmal: “Hehe kenapa sayang? Tadi malem hebat deh Mah, sukses besar”
Mama Ikmal: “Hahaha bagus”
Mita: “Iiih Mama, Ikmal apa-apaan sih?”
Ikmal: “Kenyataan kan sayang?”
Mama Ikmal: “Yaudah, Mama pulang dulu yaa”
Mita: “Iya Mah. Hati-hati ya”

      Mama Ikmal pun pulang. Kini tinggal Mita dan Ikmal. Mita masih terlihat kaku menjalani kehidupan sebagai istri di hari pertama.

~To Be Continued~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar