Minggu, 20 November 2011

Mencoba Sayang Part 2

     “Hoammm...” Ikmal terbangun dari tidurnya. Ia terbangun karena silau akan cahaya dari jendela kamarnya. Samar-samar Ikmal melihat sesosok perempuan cantik yang sudah rapi. Ya, tidak lain tidak bukan itu adalah istri yang amat dicintainya.

Mita: “Aduuh si abang Male tidur pules banget”
Ikmal: “Iya dong sayang.. Tumben kamu pagi-pagi udah cantik aja”
Mita: “Iya dong! Mimit gitu loh!”
Ikmal: “Iya Mimit sayang!”
Mita: “Yaudah sana mandi! Bau tau! Abis itu sarapan”
Ikmal: “Iya nyonya Ikmal!”
Mita: “Hehehe”

     Ikmal langsung bergegas mandi..
     Setelah 30menit selesai mandi, Ikmal bergegas ke ruang makan menyusul istrinya.


Ikmal: “Pagi cantik!”
Mita: “Apaan sih kamu Mal”
Ikmal: “Hehe bener kan. Emang kenyataan kali”
Mita: “Yaudah ayo makan. Aku udah capek-capek masak nih”
Ikmal: “Iya istriku!”

     Mereka berduapun makan. Ditengah makan mereka, Mita bertanya pada Ikmal.


Mita: “Enak gak masakan aku?”
Ikmal: “Enak! Enak banget”
Mita: “Jujur!”
Ikmal: “Keasinan sih sebenernya hehe.. Tapi tetep enak kok”
Mita: “Yaah... Keasinan kan”
Ikmal: “Eh, kemanisan juga nih”
Mita: “Serius?! Tadi aku pakein gulanya dikit kok”
Ikmal: “Iya, kemanisan! soalnya aku ngeliat muka kamu terus. Jadinya makin manis deh”
Mita: “Huu gombal”

     Mereka berdua memang terlihat seperti saling mencintai, tetapi didalam hati Mita, ia belum benar-benar mencintai Ikmal sepenuhnya. Namun, Mita tidak ingin melihat ayahnya yang sudah tenang dialam sana menjadi sedih dan kecewa.
     Diruang tamu...
Mita sedang melihat-lihat foto dihapenya. Tiba-tiba ia teringat akan kenangannya bersama Almarhum ayahnya. Mita terisak disofa sambil melihat foto terakhirnya bersama ayahnya. Tiba-tiba Ikmal datang


Ikmal: “Kenapa kamu nangis?” (mengelap airmata Mita)
Mita: “Aku kangen Ayah”
Ikmal: “Kamu kangen Ayah? Mau ke pemakaman ayah?”
Mita: “Iya aku mau”


     Mita pun bersiap-siap untuk ke pemakaman Ayahnya. Setelah siap, Mita dan Ikmal langsung pergi ke pemakaman Ayah Mita.
     Sesampainya dipemakaman...


Mita: (memeluk nisan Ayahnya) “Ayaaah! Mimit kangen!”
Ikmal: “Mit...” (mengelus punggung Mita)
Mita: “Aku kangen ayah! Aku pengen bercanda lagi sama ayah! Aku pengen kita main catur lagi Yah! Aku pengen kita debat tentang politik lagi! Aku kangen diomelin sama ayah! Aku kangen semua hal itu yah! Ayah.. Tolong jawab Mimit! Tolong bilang kalo Ayah juga kangen sama Mimit! Ayah lagi ngapain disana? Jawab Yah!” (dengan airmata yang deras)
Ikmal: “Mimit.. Sabar sayang!”
Mita: “Aku kangen Ayah! Aku nyesel kenapa dulu aku sering gak peduli sama nasihat Ayah”

2 jam Mita curhat di nisan Ayahnya. Setelah lelah, Mita mengajak Suaminya umntuk pulang kerumah.
     Dirumah... 


Mita: “Mal, aku mau cerita, tapi kamu jangan marah ya”
Ikmal: “Cerita apa? Gak kok. Aku ga akan marah. Mana bisa aku marah sama kamu”
Mita: (menarik nafas) “Hhhh... Oke... Sebenernya... Aku..... Eh gimana ngomongnya yaa?!”
Ikmal: “Emang mau ngomong apa sih sayang? Serius banget”
Mita: “Anu... Mmm... Sebenernya aku belom cinta banget sama kamu”
Ikmal: “Ooh... Ternyata kamu mau bilang hal itu.. Gapapa kali Mit. Aku juga ngerti”
Mita: “Tapi aku sayang kamu kok! Tenang aja”
Ikmal: “Iya.. Iya bawel! Walaupun kamu gak sayang aku juga aku seneng-seneng aja. Soalnya kita udah nikah, dan kamu ga bisa kemana-mana lagi. Hayoo...”
Mita: “Wuu! Iya iya.. Aku juga tau! Aku gaakan kemana-mana kok. Aku kan bukan Ayu Tingting yang lagi nyari Alamat Palsu. Wlee!” (menjulurkan lidahnya)
Ikmal: “Kemanaa.. Kemanaa.. Kemanaa..”
Mita: “Kesana kemari membawa alamat.. Namun yang kutemui bukan dirinya.. Sayang.. Yang kuterima alamat palsu”
Ikmal: “Kutanya sama teman-teman semua.. Tetapi mereka bilang tidak tau.. Sayang.. Mungkin diriku telah tertipu”
Mita: “Membuat aku frustasi.. Dibuatnya”
Ikmal: “Jiah, jadi duet gini.. Bisa-bisa ngalahin Anang Ashanti ini mah”
Mita: “Hehehe.. Ayo kita bikin lagu”
Ikmal: “Nggak, aku udah punya lagu sendiri buat kamu!”
Mita: “Aw.. Nyanyiin dong!”
Ikmal: “Oke. Tapi maap aja ya kalo suara aku jelek. Maklum, aku kan bukan penyanyi”
Mita: “Iya-iya.. Gak masalah itumah”
Ikmal: “Oke.. Ehm.. Ehm.. pernah aku mencintai wanita tapi tak seperti saat ku mencintaimu.. pernah aku merindukan wanita tapi tak seperti saat ku merindukanmu.. kamulah ratu di dalam hatiku ku cinta kamu sampai mati.. takkan pernah ada wanita yang bisa menggantikan kamu di hatiku.. menjadi ratu di hatiku.. pernah aku menikmati wanita tapi tak seperti saat ku menikmatimu.. pernah aku menangisi wanita tapi tak seperti saat ku menangisimu.. kamulah ratu di dalam hatiku ku cinta kamu sampai mati.. takkan pernah ada wanita yang bisa menggantikan kamu di hatiku.. menjadi ratu di hatiku..”
Mita: “Uuu so sweet! Aku juga punya lagu buat kamu! Mau denger gak nih?”
Ikmal: “Mau lah!”
Mita: “Okee.. tatapanmu memanah jantung hatiku.. lirikanmu menusuk relung kalubuku.. ku ingin selalu bersamamu berada dalam belaian rindu kasih.. senyumanmu getarkan seluruh tubuhku.. rayuanmu membuai mimpi indahku.. berjanji selalu temaniku seolah tak mau jauh dariku.. oh cuma kamu terbayang dalam mimpiku terbayang setiap waktu ku ingin bertemu.. oh cuma kamu satu- satunya milikku hatiku selalu untukmu selamanya..”
Ikmal: “Lagunya keren! Bagus! Ternyata kamu pinter nyiptain lagu juga”
Mita: “Heheheh”
Ikmal: “Oiya.. Aku ada lagu lagi buat kamu!”
Mita: “Apa?”
Ikmal: “Judulnya Maaf Aku Mencintaimu!”
Mita: “Wew! Nyanyiin dong! Please!”
Ikmal: “Oke..”
Mita: “Cepet”
Ikmal: “maaf aku mencintaimu.. walau mungkin engkau tak mencintaiku. . tak ingin ku merubah apa yang telah kita lewati berdua.. ku ingin itu untuk selamanya”
Mita: “Kamu pinter nyiptain lagu yaa”
Ikmal: “Itu karena ada kamu”
Mita: “Kok gitu?”
Ikmal: “Iya, karena kamu itu sumber inspirasi aku”
Mita: “Huu! Gombal lagi!”
Ikmal: “Beneran! Aku bisa aja nyiptain 1000 lagu kalo inspirasinya itu kamu”
Mita: “Masa? Coba yang bahasa inggris”
Ikmal: “Oke.. Siapa takut! Oh I am growing tired.. Of allowing you to steal.. Everything I have.. You're making me feel.. Like I was born to service you.. But I am growing by the hour.. You left us far behind.. So we all discard our souls.. And blaze through your skies.. So unafraid to die.. 'Cause I was born to destroy you.. And I am growing by the hour.. And I'm getting strong in every way.. Yeah, Yeah.. You led me on.. You led me on.. You Oh, and I'm getting strong in every way.. Yeah, Yeah”
Mita: “Kayaknya aku kenal itu lagu deh”
Ikmal: “Enak aja. Itu lagu ciptaan aku tau”
Mita: “Iiih boong! Itu kan lagunya MUSE! Band favorit aku! Itu kan lagunya aa’ Matthew Bellamy tau!”
Ikmal: “Hehehe apal aja kamu!”
Mita: “Iya lah! Aku kan fans nya!”
Ikmal: “Aduuh aku jadi pengen duet nih sama kamu!”
Mita: “Lagu apa emang? Maunya?”
Ikmal: “Hmmm.. Lagu apa yaa”
Mita: “Jangan bilang lagunya Anang Ashanti”
Ikmal: “Nggak lah sayang”

     Tiba-tiba...
Ting...... Tumg..... Ting..... Tung..... Bel rumah Ikmal dan Mita berbunyi. Mita bergegas membuka pintu.


Mita: “Eh elo!!!”


~To Be Continued~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar