Sabtu, 10 Desember 2011

I Love MUSE, I Love Ikmal

     
     Cameria Happy Pramita (Mita) adalah seseorang yang sangat tergila-gila dengan grup band luar negeri bernama MUSE. Sudah 3 tahun belakangan ini ia mengumpulkan uang untuk menonton konsernya apabila MUSE datang ke Indonesia. Sahabatnya Dara Rizki Ruhiana (Dara) juga tahu bahwa Mita sangat ngefans sama band MUSE.

Mita: “Neng! Akhirnya duit udah ngumpul banyak juga”

Dara: “Emang udah kekumpul berapa Mit?”
Mita: “3 juta!”
Dara: “Buset! Kamu mau nonton konser apa mau ngapain. Banyak banget”
Mita: “ya biarin. Barangkali konsernya bukan di Jakarta”
Dara: “Oh iya bener juga”
      Ternyata benar, 5 bulan kemudian setelah uang Mita terkumpul, MUSE akan datang ke Indonesia. Tepatnya di Bali.

Mita: “Neng, aku udah beli tiketnya dooong!”

Dara: “Beli dimana Mit?”
Mita: “Beli di media online. Nih tiketnya udah dateng”
Dara: “Emang MUSE konsernya hari apa Mit?”
Mita: “Hariii...... Kamis”
Dara: “Wah berarti hari Kamis kamu bolos kuliah yaa?”
Mita: “Aku bolos kuliah Kamis Jum'at neng. Hehehed”
Dara: “Yah, aku berangkat kuliah sendiri dong. Mimit jahat ah”
Mita: “Takut kehilangan aku ya? Hahaha”
Dara: “Ge-eR Banget nih si Mimit”

***

      Dilain tempat, ada Rajasa Ikmal Tobing (Ikmal). Ia merupakan teman sekampus Mita dan Dara. Lebih tepatnya dia adalah musuh bebuyutan Mita dikampus.
      Saat Ikmal bertemu Mita dan Dara dikantin...

Ikmal: “Heh cewek jadi-jadian, mau kemana lo? Udah dapet cowok belom?”

Mita: “Yeh dasar banci! Lo udah ada cewek yang mau?”
Ikmal: “Enak aja lo ngatain gue banci! Punya apa lo?”
Mita: “Punya tiket konsernya MUSE! Haha”
Ikmal: “Pamer!”
Mita: “Bodo! Wlee! Ayo pergi neng” (menarik tangan DAra, dan langsun pergi)
      Saat jam kuliah selesai, Mita bertengkar dengan Ikmal hanya karena masalah sepele.

Mita: “Heh, lo kalo gak mau dikatain, jangan ngatain duluan dong! Lagian lo beneran banci kan”

Ikmal: “Enak aja! Lo tuh yang nyari gara-gara duluan!”
      Mereka bertengkar. Memang seperti anak kecil, tapi pertengkaran itu sudah berjalan selama 4 tahun belakangan ini.

Ikmal: “Dasar lo ye!” (Ikmal mengambil tas Mita yang tergeletak di bangku)

Mita: “Eh mau ngapain lo?!”
Ikmal: “Mau.,.. Ini!” (mengambil tiket konser MUSE dan merobeknya)
Mita: “Jangaaan! Ah! Anjrit lo! Setan!” (menonjok muka Ikmal dengan keras sampai berdarah)
Dara: “Ikmal! Jahat banget sih lo!”
Mita langsung pergi.
Dara: “Heh Mal! Asal lo tahu ye! Mita ngumpulin duit buat beli tiket itu tuh selama 3 tahun!”
      Ikmal terpaku. Ia tidak menyangka bahwa Mita akan sangat marah.
Dara menyusul Mita pulang...
      Dirumah Mita... Mita menangis.

Dara: “Mit, jangan nangis dong. Mita yang macho, yang tegar dimana?”

Mita: “Gimana gak nangis, itu tiket aku beli pake duit aku hasil ngumpulin 3 tahun”
Dara: “Iya aku tau, tapi kamu jangan sedih gitu dong”
Mita: “Jangan sedih gimana? Gue udah susah-susah ngumpulin tu duit” (membentak Dara)
Dara menangis...
Mita: “Maaf, neng, aku gak bermaksud bentak kamu. Aku tadi lagi emosi. Maaf ya neng”
Dara: “Hikss... Aku kaget kamu bentak aku kayak gitu”
Mita: “Sekali lagi maaf banget ya Neng”

***

      Dilain tempat, Ikmal takut Mita akan marah besar. Ia berusaha mengumpulkan uang. Ia sengaja menghabiskan uangnya untuk membeli tiket konser tersebut.
      Esoknya, ketika Ikmal ingin membeli tiketnya via online, ternyata tiketnya sudah habis. Pastilah tiketnya sudah habis karena memang konsernya sudah dimulai nanti malam. Ia merasa sangat bersalah pada Mita.
      Dikampus...

Ikmal: “Mit, please maafin gue ya Mit”

Mita hanya cuek.
Ikmal: “Please Mit. Gue mau ngelakuin apa aja deh”
Mita tetap cuek.
Ikmal: “Ayolah Mit, apa aja”
Mita langsung pergi.
      Ikmal merasa sangat bersalah. Ia mencari cara agar Mita mau memaafkannya.

***

      2 bulan setelah kejadian itu, Ikmal pergi kerumah Mita.

Ikmal: “Asalamualaikum Mita!”

Mita: (membuka pintu) “Ngapain?”
Ikmal: “Mit, gue minta maaf ya”
Mita: “Maaf? Anak TK juga bisa kalo cuma ngomong gitu doang”
Ikmal: “Yaudah terserah deh mau maafin apa nggak, yang penting besok lo dateng ke café sebelah kampus ya”
Mita: “InsyaAllah” (menutup pintu)
      Mita bingung, ada angin apa Ikmal mengajak Mita ke café.
Keesokan harinya. Mita ingin pergi ke café karena rasa penasarannya, tapi dilain sisi ia sangat malas melihat muka Ikmal.
      Tiba-tiba ada BBM masuk.

“PING !!!”

“Apaan Mal?” balas Mita
“mit, lu jadi kan ke café” tanya Ikmal
“Gue males”
“Yah, please lo harus dateng Mit”
“Emang ada apa sih?”
“Rahasia deh. Pokoknya ntar lu akan seneng banget”
“Ah jangan bikin gue penasaran gitu dong”
“Yaudah lu dateng yayaya” pinta Ikmal
“Yaudah deh -_-”
      Mita langsung tancap gas ke café tersebut.
sesampainya di café...

Mita: “Ada apa sih?”

Ikmal: “Mau minum dulu apa langsung?”
Mita: “Langsung aja deh”
Ikmal: “Ayo ikut gue”
      Mita dibawa kesuatu tempat. Ia dibawa kesebuah Restoran mahal.

Mita: “Ngapain ngajak gue kesini? Gue udah makan kali”

Ikmal: “Lo mau dinner gak?”
Mita: “Dinner? Sama lo? Ogah!”
Ikmal: “Gue juga ogah dinner sama lo! Lo bukan akan dinner sama gue kali! Ge-eR banget!”
Mita: “Terus?”
Ikmal: “Sana kedalem! Ke meja nomor 4 di VIP”
Mita: “Gue? Sendiri?”
Ikmal: “Yaiyalah! Manja banget minta temenin gue”
Mita: “Di dalem ada siapa?”
Ikmal: “Ada temen-temen gue. Pokoknya lo kenal deh”
Mita: “Yaudah deh gue masuk”
      Karena rasa penasarannya, Mita langsung masuk ke restoran tersebut. Ia langsung pergi ke meja nomor 4 di VIP.
“Oh my god!”
Betapa terkejutnya Mita, yang Dilihatnya bukan teman Ikmal melainkan itu adalah MUSE!

Mita: “Aaa! Ini bukan mimpi kan?”

Matthew Bellamy: “Please sit down sweet girl”
Mita: “Thank you very much. Is this a dream? Please wake me!”
Matthew Bellamy: “Do you believe in dreams”
Mita: “Believe, if the dream was there in front of me now”
Matthew Bellamy: “Hahahaha!”

      Setelah 3 jam berbincang-bincang dengan idolanya, ia keluar restoran. Ia belum puas, tetapi sudah sangat senang.

Mita: “Mal! Thankyou ya! I love you! Gue sayang lo! Lo baik banget! Tadi itu amazing banget! Gue gak nyangka”
Ikmal: “Sama-sama Mit. Sekarang lo udah maafin gue?”
Mita: “Udah dong. Thankyou banget ya Mal! Thankyou Ikmal sayangku cintaku”
Ikmal: “gue juga sayang lo Mit! I love you too”
Mita: “Iya dah terserah lu, yang penting sekarang gue seneng banget. Makasih ya Mal!”
Ikmal: “Hetdah gua serius Mit. Gue sengaja buat beginian”
Mita: “Maksudnya?”
Ikmal: “Yee gue sengaja ngabisin semua uang di ATM gue buat bayar dan bikin semua ini. Biar lo mau maafin gue. Karna gue gak mau kehilangan lo”
Mita: “Maksudnya apa sih Mal?”
Ikmal: “Ya intinya gue sayang banget banget banget banget sama lo Mit”
Mita: “Ooh...”
Ikmal: “Oh? Cuma itu jawaban lu Mit?”
Mita: “Emang harus jawab apa?”
Ikmal: “Lu mau apa nggak?”
Mita: “Mau apa?”
Ikmal: “Wah Mit, lo ga peka banget deh”
Mita: “Apaan dah?”
Ikmal: “Lo mau gak jadi cewek gue?”
Mita: “Nggak ah”
Ikmal: “Kenapa?”
Mita: “Lo bukan Matthew Bellamy sih hahahahahahahaha”
Ikmal: “Yeh, gue emang bukan Matt Bellamy Mit. Gue Rajasa Ikmal Tobing. Lu mau gak? Mau ya?”
Mita: “Oke”
Ikmal: “Oke?”
Mita: “Mau gak? Kalo ga mau yaudah. Gue pulang”
Ikmal: “Maksudnya lo nerima Mit?”
Mita: “Iya iya!”

      Akhirnya mereka berduapun pacaran berkat datangnya MUSE ke Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar