Sabtu, 10 Desember 2011

I Love My Brother Part 2

Alexa: “What the hell! Ada apa ini mah pah?”
Mama Alexa: “Nggak, vas bunganya pecah aja”
Alexa: “Kok gini sih?”

      Orangtua Alexa dan Rio memasang muka datar seperti orang habis bertengkar. Orangtua merekapun menyuruh Alexa dan Rio masuk kamar.


***


Mama Rio: “Nggak bisa! Ini udah gak bisa dilanjutin!”

Mama Alexa: “Benar! 20 tahun pernikahan itu nggak sedikit”
Papa Rio: “Jadi sekarang kita...”
Mama Alexa: “Balik lagi ke pasangan masing-masing”
Papa Alexa: “Baikloah”
Alexa: “Loh kok gini sih?”
Mama Rio: “Kamu seneng kan Lexa?”
Alexa: “Ehh... Oh...”
Rio: “Jadi aku gimana mah sekolahnya?”
Mama Rio: “Terpaksa kamu harus pindah kesekolah yang dulu karena kita ga boleh berhubungan sama sekali sama keluarga Alexa”
Alexa: “Kok gini sih jadinya? Why? Ada apa?”
Mama Alexa: “Kamu seneng kan Lexa kalau kita gak jadi tuker pasangan”
Alexa: “Ta.... Tapi kan....”
Papa Alexa: “Kenapa? Kamu kok bimbang gitu?”
Alexa: “Ya gak bisa gitu dong Mah, Pah. Kalau mau balik ke yang dulu udah telat. Lebih baik kayak gini aja, Lexa udah ikhlas kok”
Papa Alexa: “Ooh jadi kamu yakin setuju?”
Alexa: “Yakin deh”
Mama Alexa: “Yes! Akting kita berhasil”
Alexa: “Akting? Akting apa mah?”
Mama Alexa: “Ya kita sengaja pura-pura berantem. Kita mau tau reaksi kamu gimana. Abisnya kamu suka menyendiri sih”
Alexa: (menangis) “Hikss... Akting? Kalian pikir ini semua lucu?”
Mama Rio: “Tuhkan. Udah aku bilang jangan”
Papa Rio: “Kalau udah begini, ya masalah ditanggung sama-sama”
Alexa: (pergi ke kamar) “Kalian semua jahat!”
Rio: “Ini semua pura-pura Mah? Pah?”
Mama Rio: “Iya, tapi kita gak tau kalo Alexa bakal marah”
Rio: “Udah aku duga”
Mama Alexa: “Kenapa? Aktingnya kurang bagus?”
Rio: “Eh nggak kok. Yaudah aku kekamar dulu yaa”

      Dari luar, Mama Papa Rio dan Alexa sudah membujuk Alexa untuk keluar,namun Alexa tidak mau. Ia terus menangis.

      Tiba-tiba dari jendela Alexa ada seseorang yang mengetuk. Ternyata itu adalah Rio.

Alexa: “Rio lo ngapain? Nekad banget sih! Kalo jatoh gimana? Itu kan tinggi!”

Rio: “Eits nanyanya satu-satu dong! Abisnya lo keras kepala sih. Mama papa kan udah mintaw maaf.”
Alexa: “Tapi itu tuh keterlaluan tau!”
Rio: “Ternyata cewek kayak lo cengeng juga ya”
Alexa: “Aaaaaaah! Gue juga manusia kali!”
Rio: “Aww si macan sadis marah”
Alexa: “Diem!”
Rio: “Nangisnya berenti tuh”
Alexa: “Oh iya”
Rio: “Haha lucu lo”

      Alexa sudah tidak marah lagi karena Rio. Ia langsung membuka pintu.


Mama Rio: “Kamu udah gak marah nak?”

Alexa: “Hehe enggak kok Mah”
Papa Alexa: “Kita semua minta maaf ya nak”
Mama Rio: “Iya Lexa, kami minta maaf”
Alexa: “Iya aku maafin, tapi ada satu syarat”
Mama Alexa: “Syarat apa?”
Alexa: “Besok masakin makanan favorit aku ya Mah, Pah hehe”
Mama Alexa: “Gampang!”
Alexa: “Hehe”

***


Mama Alexa: “Nak, mama ada tiket main di daerah Cibubur, tapi mama ga bisa kesana, jadi tiketnya buat kamu sama Rio aja ya. Kebetulan tiketnya ada dua”

Alexa: “Emangnya kapan Mah?”
Mama Alexa: “Minggu depan. Pas banget pas kamu libur”
Alexa: “Oke deh Mah”
Mama Alexa: “Rio, Mama titip Alexa ya”
Rio: “Oke! Demi Mamah, aku pasti ngejagain curut yang satu ini”
Alexa: “Yeee. Enak aja lu! Kurang ajar”
Rio: “Mau dong dihajar hahaha” (berlari)
Alexa: “Dasar Riooooo!!!” (mengejar Rio)

***


      Saat hari Minggu...


Rio: “Heh curut! Cepetan! Dandan mulu. Ntar gua tinggal nih”

Alexa: “Bentar ngapa sih! Cerewet lo”
Rio: “Ganjen ah dandan mulu”
Alexa: “Biarin! Wleee” (menjulurkan lidah)

      Setelah 30 menit Alexa selesai dandan. Rio dan Alexa langsung pergi ke Cibubur diantar supirnya.

      Sesampainya di Cibubur.

Alexa: “Naek flying fox yok”

Rio: “Nggak ah, kita makan aja dulu”
Alexa: “Yaampun Rio, ini baru sampe. Pikiran lo udah makanan aja”
Rio: “Tapi gue laper”
Alexa: “Yaudah deh makan dulu, tapi abis itu naek flying fox ya!”
Rio: “Oke”

      Merekapun makan di sebuah saung. Selesai makan, rio mengantar Alexa naik flying fox. Setelah itu, mereka pergi ketempat mainan.

      Ditempat permainan ambil boneka...

Alexa: “Yo, ambilin gue boneka itu dong” (menunjuk boneka beruang)

Rio: “Gampang!”
Alexa: “Oke”

      Riopun berusaha mengambil boneka permintaan Alexa. Dan ia berhasil.


Rio: “Yee! Dapet nih bonekanya”

Alexa: “Mana?”
Rio: “Nih” (menyerahkan sebuah boneka pada Alexa)
Alexa: “Lah? Bukan yang ini Rio! Ini mah boneka monyet! Yang gue maksud itu boneka beruang”
Rio: “Oh, salah ya? Maaf deh”
Alexa: “Yaudah gapapa deh. Boneka ini gue namain jackie”
Rio: “Aneh banget. Masa boneka monyet namanya Jackie. Hahaha”
Alexa: “Biarin!”
Rio: “Eh, kita main labirin yuk”
Alexa: “Ayo siapa takut”

      Merekapun pergi bermain labirin, mulanya Rio dan Alexa bersama, tapi sekarang Alexa tertinggal oleh Rio.


Alexa: “Rio! Lo dimana Yo? Gue takut!”


      Alexa berursaha mencari Rio sambil mencari jalan keluar dari labirin itu. Memang ukuran labirin itu cukup besar, sehingga Alexa susah untuk menemukan Rio. Ia panik. Di dalam labirin itupun sepi dan tak ada orang.


      Tiba-tiba...

“Dorrr!”

~To Be Continued~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar