Sabtu, 03 Desember 2011

Sebatas Sahabat

   

     Dara Rizki Ruhiana (Dara) sudah 5 tahun mencintainya. Cowok yang Dara sukai dan cintai adalah Rio Aries Kusnanto (Rio.). Namun, Dara tidak lebih dari sahabat Rio.
      Suatu saat, Rio menyukai salah satu dari teman Dara, namanya Alexa Key (Alexa). Saat mendengar kabar itu Dara sangat sedih. Memang selama ini Dara dan Rio samgat dekat, saking dekatnya, seluk beluk cinta, keluarga, sampai masalah Rio, Dara pasti tau.
      Akhir-akhir ini, Rio sering bercerita pada Dara tentang perasaannya ke Alexa. Dara sangat senang bisa menjadi sahabat Rio.
      Sampai suatu saat, Dara dan Rio mempunyai sedikit kesalahpahaman. Hanya karena Dara salah bicara dan Rio salah mengerti pembicaraan Dara. Padahal, maksud perkataan Dara waktu itu ingin membuat rio tau siapa Alexa sebenarnya. Tapi, di pikiran rio, Dara ingin menjatuhkan Alexa didepannya.
      Mulai saat itu, Dara dan Rio tidak lagi saling menegur.

***

      1 tahun berlalu...
      Dara mendapat sms dari Rio. Rio bilang, ia sangat ingin bertemu dengan Dara.
      Setelah bertemu, keduanya terdiam sejenak. Sampai akhirnya rio yang membuka pembicaran. Rio curhat lagi dengan dara tentang hubungannya dengan Alexa. Rio sangat senang mempunyai pacar seperti Alexa. Di dalam lubuk hati Dara, ia lebih sengang melihat rio senang dengan Alexa ketimbang Rio dengannya, tetapi perasaan Rio sedih.
“Rio, andai lo tau kalo gue sayang banget sama lo. Gue ingin ngeliat senyum lo ini selamanya” batin Dara.

***

      2 bulan kemudian..
      Tidak ada masalah. dara masih bisa melihat senyum Rio.
      Tapi, suatu ketika, Dara tiba-tiba melihat Rio sedih didepannya. Rio memeluk Dara tiba-tiba. Pelukannya sangat dingin.

Dara: “Ada apa Iyo?”
Rio: “Alexa selingkuh”
Dara: “Hah? Selingkuh? Sama siapa?”
Rio : “Sama temen gue si Ijal”
Dara: “Si Fachrizal Achmad?”
Rio: “Iya”
Dara: “Gak mungkin! Ijal kan sahabat lo Yo!”
Rio: “Gue juga gatau asal mulanya gimana. Intinya mereka selingkuh”
Dara: “Itu namanya makan teman!”
Rio: “Iya. Kayaknya Alexa lebih sayang sama Ijal deh daripada sama gue”
Dara: “Lo gak boleh gitu Yo”
Rio: “Ya mau gimana lagi”

***

      3 hari kemudian, Rio memutuskan hubungannya dengan Alexa. Dia merelakan Alexa untuk Ijal. Mulai saat itu banyak kesedihan dari raut mata Rio. Dara merasa kecewa dengan sikap Alexa.
      Suatu ketika, Ijal menghubungi Dara.

Ijal: “Halo”
Dara: “Halo, siapa ya?”
Ijal: “Gue ijal Ra.”
Dara: “Oh ijal. Ada apa Jale?”
Ijal: “Lu mau bantuin gue gak?”
Dara: “Bantuin apa?”
Ijal: “Tapi jangan bilang sama Rio ya”
Dara: “Emang tentang apa sih?”
Ijal: “Tentang Rio”
Dara: “Hm...............”
Ijal: “Gimana Ra? Jangan bilang Rio ya?”
Dara: “Iya, emang bantuin apa?”
Ijal: “Bantuin gue ngejauhin Rio dari Alexa”
Dara: “Hah? Serius lu? Gila lo jal!”
Ijal: “Stttt! Jangan berisik! Setuju gak?”
Dara: “Bentar, gue mikir dulu”

      Setelah lama berpikir, Dara setuju mengiyakan.
      Dara sudah mencoba memperingati rio untuk menjauhi Alexa, tapi Rio tidak pernah mau dengar.

***

      Malam ini, dara, Rio, dan Ijal duduk di ruang tamu rumah Dara. Kebetulan dirumah dara tidak ada orang.

Rio: “Dar, gue suka sama lo. Lo mau kan jadi pacar gue?”
Dara: “Ah? Iyo?”
Rio: “Beneran Ra, mau ga?”
Dara: “Oke deh gue mau”

Dara menerima cinta Rio saat itu juga dengan Ijal sebagai saksinya.
      Saat Ijal pulang..

Rio: “Ra, hubungan kita cuma pura-pura aja. Gue tadi gak serius”
Dara: “Loh kok gitu?”
Rio: “Maaf Dar”
Dara: “Maksudnya apa sih?”
Rio: “Gue pura-pura nembak lo didepan Ijal biar dia percaya kalo gue udah gaada apa-apa lagi sama Alexa. Sekali lagi gue minta maaf ya Dar”
Dara: “Yaudah deh Yo, aku maafin. Aku juga mau kok bantu kamu apa aja”
Rio: “Thanks ya Dara. Lo emang sahabat gue yang paling baik, tidak sombong...”
Dara: “Dan rajin menabung. Hahaha”
Rio: “Bisa aja lo ah. Yaudah sekarang lu tidur ya cantik! Have a nice dream”
Dara: “Oke. Iyo juga gaboleh tidur malem-malem ya. Have a nice dream too”

***

      Pagi ini, Rio panik. Ia langsung menelepon Dara, karena Ijal mengajaknya double date. Tentu saja Ijal dengan Alexa dan Rio dengan Dara. Dara setuju akan membantu Rio.

***

      Malam itu juga, Rio dan Dara sudah datang ke tempat yang dituju. Beberapa saat kemudian Ijal dan Alexa datang. Sangat mesra. Dara tau, dari raut muka Rio terlihat bahwa Rio cemburu. Didalam hati Rio sangat sedih. Ijal merangkul Alexa, dan Dara hanya berjalan biasa dengan Rio.
      Di perjalanan pulang...

Dara: “Aduuh perut gue sakiit”
Rio: “A...ada apa Dar?”
Dara: “Jal, please anterin gue kerumah sakit!”
Ijal: “Terus Alexa?”
Dara: “Dia biar pulang bareng Iyo aja”

      Dengan bodohnya, Ijal mengiyakan, padahal dara hanya berpura-pura.
Tiba,-tiba Rio sms Dara...
“Apa maksud lo Dar?”
Dara hanya menjawab
“Gunain waktu lo dgn baik. Ungkapin semua yg ada di hati lo”
      Dara langsung menonaktifkan hape nya, ia bermaksud tidak ingin mengganggu rio dan Alexa.
Sesampainya dirumah sakit, Dara menyuruh Ijal menunggu dan mengantarnya pulang. Ijal pun setuju.

***

      Sesampainya dirumah, Dara masih duduk-duduk diruang tamu. Saat itu rumahnya sedang kosong. Ia juga memutar lagu Maaf Aku Mencintaimu milik The Virgin. Tanpa sadar, Dara menangis dan melukai tangannya sendiri. Saat Dara sedang bersandar di sofa, tiba-tiba ada yang mengelap airmatanya dan membungkus tangan dara yang berdarah dengan sapu tangannya. Ternyata itu Rio.

Rio: “Bodoh.. Kenapa lo lukain diri lo? Gak ada gunanya, itu bukan cara untuk keluar dari suatu masalah Dar”
      Dara semakin menangis dan memeluk Rio erat. Rio menyuruh Dara untuk menginap dirumahnya. Dara tidur di kamar Rio, sedangkan Rio akan tidur diruang tamu. Dara berdoa didepan Rio...

“YaAllah, berikan aku dan Iyo kekuatan menghadapi cobaanmu. Biarkan aku terus menyayangi dan mencintai Iyo walau mungkin dia tak mencintaiku. Aku tidak ingin kehilangan Iyo. Berikan Iyo kebahagiaan untuk cintanya. Buatlah Alexa jatuh ke pelukan Iyo lagi. Aku harap aku dan Iyo bisa terus menjadi psahabat. Walaupun cintaku hanya dianggap sebatas sahabat bagi Iyo. Amin....”.

      Rio hanya tersenyum dan masih menghapus airmata Dara. Merekapun tertidur dan esoknya menjalani hari-hari seperti biasanya sebagai sahabat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar